Posts

Showing posts from 2021

Dari Lima Paragraf, Menuju Keajaiban Dunia

Image
  Pak Suprianto, Penulis pemula yang ajaib . Judul di atas terasa utopis. Menyangkut pemahaman umum bahwa keajaiban dunia itu telah selesai. Tersemat pada benda-benda besar hasil karya sejarah peradaban manusia tempo dulu yang spektakuler. Manusia hari ini cukup menyaksikannya dengan kegaguman yang tak terjelaskan. Tentang  bagaimana karya-karya itu dibuat oleh manusia jaman dahulu yang berteknologi entah seperti apa. Karena teknologi canggih diklaim hanya ada di zaman modern.  Yang pasti, semua hal besar tak tepas dari sebuah usaha kerja keras yang terus menurus dan pantang menyerah. Mengalahkan kesantaian dan kemalasan. Menaklukkan ketidak mungkinan menjadi mungkin.  Sebuah keajaiban dapat diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa dan tidak umum. Tentu saja jumlahnya tidak banyak. Mungkin hanya satu sedunia atau beberapa gelintir saja adanya. Ia tidak hanya lahir dari pikiran dan tangan khusus, tetapi juga dari sebuah keajegan ( istiqomah ) yang menetap.  Tete...

Getar Hati di PENTAS PAI

Image
Pagi itu, Kamis 09 September 2021 di SMP Negeri 1 Tulungagung, digelar beberapa lomba Seni dan Ketrampilan Islami tingkat SMP. Perlombaan ini diberi nama PENTAS PAI, sebutan untuk Pekan Seni dan Ketrampilan Islami. Sebuah kompetisi berbasis Pendidikan Agama Islam yang diadakan setiap dua tahun sekali. Mereka yang terbaik di tingkat Kabupaten akan menjadi wakil PENTAS PAI di tingkat provinsi.  PENTAS PAI tahun ini (2021) digelar dengan penuh kehati-hatian karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Karena itu, untuk menghindari kerumunan, babak penyisihan dilakukan dengan sistem daring. Peserta dari berbagai sekolah (SMP) se Kabupaten Tulungagung mengirim penampilan berbentuk vedio,  untuk dinilai oleh dewan juri. Kemudian sepuluh terbaik ditetapkan sebagai finalis, yang dikompetisikan secara langsung dengan protokol kesehatan.  Memasuki gelanggang final, yang meminjam tempat di SMPN 1 Tulungagung, suasananya sungguh terasa hangat. Para official dan pendamping lomba duduk-d...

Susah Payah Mencintaimu

Sebuah pertanyaan mengampiriku, dan mungkin juga  kita semua. Tentang bagaimana remaja kekinian (milenial) mencintai bangsanya, Indonesia. Pertanyaan ini muncul saat bangsa ini sedang mengulang pesta bahagia tahunan, HUT kemerdekaan yang ke 76. Perayaan tahun kedua yang terjadi di masa pandemi.  Para melenial terkesiap, sambil memegang smartphone. Sebuah benda yang selama dua tahun ini tak pernah lepas dari tangan lembutnya. Hampir dua tahun mereka tak lagi duduk-duduk di bangku sekolah, tak berjumpa dengan guru dan teman-teman sekolahnya. Tak terbimbing budipekertinya. Tak bersaing dengan teman-temannya menuntaskan materi-materi pelajaran.  Mereka, para milenial itu kini hidup damai dengan guru sekaligus teman barunya. Sebuah benda yang serba tahu selera kaum muda. Aneka permainan yang tak punya kamus waktu buka dan tutup. Kapanpun dan di manapun selalu siap melayani. Mereka seakan tahu, tangan dan mata milenial tak kenal lelah jika bermain game online. Sendirian pun asy...

Balada Si Juned

Entah dari mana Juned berasal. Tempat tinggalnya kinipun, tiada yang tahu. Lebih-lebih statusnya; masih lajang atau sudah duda ataukah ia sedang minggat karena  terusir dari keluarganya.  Kini ia sering terlihat mondar-mandir di suatu kampung yang tenang dan damai. Berjalan mengendap, menyelinap di antara tempat-tempat yang sepi. Matanya tak lurus memandang ke depan. Mengintai dengan teliti suasana kanan dan kiri.  Di kampung ini ia sadar sebagai pendatang. Tatapan penduduk asli yang penuh curiga pun telah ia rasakan. Karena itu Juned mesti pandai-pandai memilih kesempatan. Kapan ia harus berjalan dan kapan ia harus berlari. Berpapasan dengan penduduk asli, dan di tanya anda siapa dan mau ke mana? bisa menjadi awal dari sebuah bencana. Juned pasti akan berbohong, menyembunyikan jati dirinya. Dengan berlari, luputlah dari selidik penduduk asli, pikirnya.  Lama-lama Juned makin berani. Ia lebih sering datang ke kampung ini. Bahkan tak canggung lagi berjalan melewati k...

Koper Suci Mbah Imam Safari

Image
  Ada suatu pertanyaan penting yang menyelimuti pikiranku sejak aku masih bocah. Di masa kecilku, aku hidup bersama orangtuaku di rumah mbahku, bersama mbah putri (nenek), dan pamanku (adiknya bapak). Pertanyaan yang ku simpan itu urung kuungkapkan karena sebenarnya aku menunggu mbah putriku atau bapakku dan atau pamanku yang menceritakanya kepadaku tanpa harus kuminta. Ternyata sampai aku dewasa, justru kesempatan bersambung rasa itu makin langka saja. Perjalanan kehidupan membuat kami tak selalu bisa bertemu.  Pertanyaan itu tentang mbah kakung (kakek), Imam Safari namanya. Nama itu sering disebut-sebut oleh sesepuh kampungku sebagai pendiri musola pertama di dusunku ini.  Secuil informasi itu sangat berharga bagiku yang menyenangi dunia santri. Hanya sedikit cerita tetapi itu cukup membanggakan dan mendorongku mencari tahu kisah-kisah lain tentang kehidupannya.  Yang kutahu dari keluarga besarku adalah kakekku telah meninggal semenjak anak bungsunya masih di gendo...

Diklat Daring GWE Gelombang Ke

Image
Benar-benar Jum'at yang penuh berkah. Hari ini, 07 Mei 2021 bertepatan dengan hari ke 25 puasa Ramadhan PGRI Kabupaten Tulungagung kembali menggelar Diklat Daring Google Workspace For Education. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wib kali ini dikhususkan bagi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungung. Memanfaatkan fasilitas akun google madrasah.kemenag.go.id Nurhadi, M.Pd.I, selaku pengatur acara ( host ) mengatakan bahwa, "Kegiatan ini adalah kegiatan serupa dengan kegiatan pada tanggal 21-23 April yang lalu, yang kita sebut sebagai gelombang satu. Adapun pada gelombang yang kedua ini dilaksanakan mulai hari ini, Jum'at tangal 7 dan berakhir pada hari Senin tangal 10 Mei 2021. Narasumber tunggal kegiatan ini adalah Bapak Hanif Nur Rohman, S.Pd, pengajar MTsN 5 Tulungagung. Beliau  telah berpengalaman dan memperoleh beberapa  sertifikat pelatihan di antaranya:  - Google Certified Educator L1 - Edpuzzle Certified Lv.1 - Edpuzzle Certified Lv.2 - Edpu...
Setiap muslim yang terus berusaha taqorrub kepada Alloh, perlu selalu berusaha mengenali diri sejauh mana perjalanan hidupnya telah sejalan dengan kehendakNya. Menetapi kehendakNya, bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan perjuangan dan melatih diri dengan penuh kesungguhan. Menjadikan upaya meraih cintaNya sebagai hal utama dalam hidup.  Seperti halnya, "Alloh mencintai hamba-hambaNya yang bertaubat dan membersihkan diri (QS. Al-Baqoroh:222). Ayat ini mengisyaratkan sebuah perintah bagi orang beriman untuk bertaubat dan membersihkan diri. Sudah pasti setiap perkara yang dicintaiNya adalah perkara yang penting bagi seorang hamba. Untuk memenuhinya dibutuhkan suatu ilmu, hingga seorang hamba mampu mewujudkannya sesuai kehendak pemberi perintah yaitu Alloh SWT.  Taubat, sebagai akhlaq utama di dalam Syari'at Islam penting terus menurus dipahami hingga menetap dalam hati seorang muslim. Hujjatul Islam, Imam Alghozali menyebutkan bahwa menuju hamba yang bertaubat perlu menahami ti...

Istimewa, KKG PAI SD Kabupaten Tulungagung

Image
Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG-PAI-SD) Kabupaten Tulungagung, hari ini, Kamis 29 April 2021 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1442 H menyelenggarakan kegiatan istimewa. Yaitu peringatan Nuzulul Qur'an. Kegiatan ini diisi dengan Khotmil Qur'an yang dirangkai dengan do'a bersama untuk negeri.  Mengawali upacara pembukaan, Ustadz Sugianto, S.Pd.I (Ketua KKG PAI Kecamatan Boyolangu) melantunkan tilawah QS. Al-Baqoroh ayat 183, dengan indah. Dilanjutkan prakata panitia, dan sambutan-sambutan.  Drs. H. Saean, M.Pd.I selaku ketua KKG PAI SD Kabupaten Tulungagung, sekaligus ketua panitia  mengatakan, "Lebih dari 680 Guru Pendidikan Agama Islam dan ribuan siswa mengikuti kegiatan ini. Secara virtual, via zoom dari KKG PAI Kecamatan, mereka semua pagi ini terlibat membaca dan menghatamkan Alqur'an, seraya memohon kepada Alloh SWT, supaya negeri ini dijauhkan dari segala musibah, serta dilimpahi  keselamatan dan keberkahan." Upacara pembukaan d...

Lapar dan Haus Adalah Rahmat

Image
  Lapar adalah berasa ingin makan karena perut kosong. Sedangkan haus adalah berasa kering kerongkongan dan ingin minum. Hadirnya dua rasa ini dalam diri kita sering menimbulkan rasa baru, di antaranya perasaan perih, sakit, cemas dan menderita.  Bagi makhluk hidup, makan dan minum difahami sebagai suatu kebutuhan pokok. Hingga kebutuhan makan dan minum bagian dari ciri makhluk hidup. Karena itu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya siapapun butuh makan dan minum. Demikian juga manusia. Secanggih apapun dirinya, ia tetap butuh makan dan minum sebagai bahan bakar untuk menyalakan hidupnya.  Orang yang terlambat makan dan terlambat minum, ia akan menderita. Semakin lama semakin menderita, semakin lemah, bahkan serasa mau mati. Karena itu, manusia berupaya menimbun-nimbun makanan dan minuman supaya selamat dari derita kelaparan dan kehausan.  Bahkan sejak zaman dahulu, sejarah perjalanan manusia tak lepas dari dinamika berebut sumber-sumber makanan. Semua berkeingi...

Semua adalah Belajar

Image
  Semua adalah belajar. Belajar tentang apa saja. Di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Bahkan saat sedang mengajar sekalipun, hati rasanya tak mau lekang dari meniatinya untuk belajar.  Jika spirit pembelajar itu telah merasuk ke dalam jiwa, maka rasa ingin tahu akan selalu hadir di pikiran kita. Demikian juga rasa ingin menjadi lebih baik, dan lebih baik.  Ketika cara berfikir, "semua adalah belajar" telah menetap dalam hati seseorang, menghadapi dan melihat apapun, akan dengan pikiran yang positif, dan tak mudah menyerah. Karena ia berkeyakinan, akan selalu ada hikmah dari setiap kenyataan hidup.  Seseorang yang sedang menghadapi ujian hidup, akan bertambah-tambah berat beban hidupnya, jika ia tak punya jiwa pembelajar. Ia hanya akan fokus pada masalahnya semata. Meratapinya, menyesalinya, dan terkadang menghidup-hidupkan sikap buruk sangka.  Beban yang ditanggung sudah berat, diperberat lagi oleh pikiran negatifnya. Laksana seorang penggembala yang...

(1) Tugas webinar PBL, Belum ada judul (bersambung)

Image
  Di sebagian "derita" bocah ringkih yang sehari-hari merumput, tak jarang kebahagiaan kecilpun datang menyapa. Tepatnya kebahagiaan semu. Seusai kerangjang wadah rumput penuh, kami berlima istirahat sejenak sekedar menghela nafas dan menghibur diri. Mengais-ngais  kebahagiaan. Memandangi dua keranjang yang telah penuh rumput kehijauan adalah kebahagiaan tersendiri. Ternakku pasti akan menikmatinya nanti. Demikian itu berlangsung setiap hari, selama berahun-tahun. Tiada libur-liburnya kecuali merumput seharian penuh untuk cadangan esok hari.   Keranjang-keranjang penuh rumput itu kami bariskan di tepian jalan setapak di atas bukit yang kami sebut lunguran. Lunguran adalah puncak gunung yang menjadi titik pisah sisi kanan dan sisi kiri sebuah gunung Di sini, jika menghadap ke timur sisi kanannya (selatan) adalah laut jawa yang tak terjangkau mata memandang saking luasnya, dan sisi kirinya (utara) adalah persawahan luas. Tampak jauh di ujung utara sana seperti pulau...

Negeri Yang Ramai

Image
Ramai sekali negeri ini. Tapi bukan canda apalagi tawa. Jerit anak mengejar ibunya yang berlari diburu tanah dan batu. Sejak tadi langit gelap munumpahkan hujan. Mengajak serta tebing-tebing kokoh di atas pemukiman. Ketenangan mereka punah. Kehangatan perapian mereka sirna. Banjir merendam. Longsor menimbun tanpa ampun.  Ramai sekali negeri ini. Tapi bukan canda apalagi cengkerama. Jalanan disesaki kendaraan, saling berkejaran. Memburu apa, ku tak tahu. Mengirim apa, ku tak mengerti. Antar mereka tak saling peduli. Hanya berfikir urusan sendiri. Menyalip kanan dan kiri. Yang kuat ia cepat. Yang lemah, lambat bersusah payah.  Ramai sekali negeri ini. Berdagang jasa, menumpahkan tenaga. Memukulkan palu, menggergaji, menumbuk besi. Mencedoki pasir dan memecah batu.  Memutar bor menggali sumur. Menggelandang gerobak, menyapu jalan-jalan kota. Membuka pagar dan toko-toko para juragan. Menunggui dan melayaninya sepanjang hari.  Ramai sekali negeri ini. Muda-mudinya sibuk m...

Katakan saja, "siap dan bisa"

Image
Jangan ragu untuk mengatakan "siap dan atau bisa"  jika kita dimintai pertolongan oleh orang lain.  Lebih-lebih yang berhubungan dengan permintaan bantuan tentang, "bagaimana caranya, ... ?" Mengapa demikian percaya diri sehingga kita berani menjawab, "siap atau bisa". Tak lain karena sembarang hal yang dipertanyakan oleh siapapun tentanh apapun saat ini, semua telah tersedia jawabannya.  Saya maklum mungkin anda tak lihai memasak. Bahkan membedakan merica dan ketumbar pun tak lulus. Atau mungkin tak suka berurusan dengan dapur. Tapi saat ini, itu semua bukanlah alasan untuk berkata, "maaf saya tidak tahu" saat teman meminta saran bagaimana caranya membuat masakan rendang, rawon ataupun pizza.  Jangan. Sekali lagi jangan anda menjawab, "tidak tahu" ketika seorang teman bertanya, di mana ya bisa membeli dan berapa harga  helm sepeda, jersey, crank, pedal dan teman-temannya. Jawab saja, "saya tahu semua itu." bahkan benda yang l...

Peradaban, Literasi dan Tangan-tangan Guru

Image
  Gambar : LighHOUSE Indonesia Menggerakkan spirit literasi. Aktivitas ini saya yakini sangat erat korelasinya dengan upaya membangun bangsa yang berperadaban. Sejarah kehidupan manusia dari masa ke masa bertumbuh dan berkembang. Manusia sebagai penggerak utama perjalanan sejarah kehidupan ini, tak henti berkreasi menyempurnakan warna kehidupan. Mengokohkan jati diri sebagai makhluk yang berbudaya. Kebudayaan manusia berkembang menggapai kemajuan, seluruhnya terekam dalam karya peninggalan, prasasti-prasasti serta berbagai karya literasi. Karya lama diwariskan, dibaca generasi susudahnya, dipelajari dan dilestarikan.  Demikian, berlangsung secara berkesinambungan, menyejarah menandai zaman. Budaya baca dan tulis yang masih rendah di masyarakat kita dewasa ini menjadi perhatian serius pemerintah. Di dalam keprihatinan  itu, dunia pendidikan sering disebut-disebut. Dan wajar saja, karena siapa lagi yang menggerakkan budaya baca tulis jika bukan masyarakat pendidikan ( civit...

Spiritualitas Purna Tugas

Image
Sejarahnya dulu, mula-mula seorang anak disemangati untuk bersekolah. Belajar merapi-rapikan diri, bersepatu, dan berdisiplin. Besok-besok jika sudah punya ijazah bisa untuk mendaftar menjadi pegawai negeri. Sebuah profesi kantoran, tak kepanasan dan tak kehujanan, tampak bersih dan intelek, serta bergaji tetap setiap bulan. Madu, ilustrasi yang manis sekali.  Pikiran seperti itulah yang dulu umum dimiliki kebanyakan orang tua kita, yang hidupnya didera panas dan hujan di persawahan, berkotor-kotor, banting tulang dengan hasil panen yang tak pasti. Terlebih jika ladang dan sawah yang digarap bukan milik sendiri. Nasib yang miris ini, tak ingin diwariskan kepada anak-anaknya.  Maka, sekolah dipandang sebagai satu-satu nya cara merubah nasib. Benar saja, mereka yang empat puluhan tahun yang lalu tertib mendulang ijazah sekolahan, jika ia mendaftar PNS hampir pasti diterima.  Ada sebuah pertanyaan, Apakah pikiran model di atas saat ini masih umum terjadi? Ternyata perkembang...
Teknologi dewesa ini telah tampil sebagai penggerak utama perubahan. Melesat dahsat meninggalkan cara hidup lama. Teknologi sendiri juga berkembang secara cepat, dan pesat merubah cara manusia beraktivitas, berkomunikasi dan bertransaksi. Beragam media dan aplikasi layanan yang makin cepat, mudah, murah dan makin baik  (faster, easier, cheaper, better).  Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,  secara signifikan memberikan nilai tambah bagi usaha individu, lembaga dan perusahaan.  Generasi millenial sebagai anak zaman ini, menyambutnya dengan mengatakan, inilah zamanku. Mereka ingin semua interaksi dan transaksi dilakukan dengan menggunakan teknologi. Sementara mereka yang generasi "kolonial" tertatih-tatih untuk sekedar menonton lompatan demi lompatan yang terjadi.  Apa yang tergambar pada fenomena di atas, merupakan sebuah transformasi. Yaitu sebuah perubahan rupa; baik itu bentuk, sifat dan fungsi yang berorientasi pada layanan hidup yang lebih...

Sekolah, Ngopi dan Warung Kopi

Image
Belum apa-apa sudah bangga dan bahagia. Itulah yang sering terjadi akhir-akhir ini saat musim penerimaan siswa/mahasiswa baru. Tatkala anak diterima di suatu SD, SMP, SMA atau Madrasah favorit, senangnya hati orangtua tak terperi, laksana ketiban rezeki melimpah. Fenomena ini dapat dilihat saat musim PPDB. Terjadi trend gerakan menyerbu untuk mendaftarkan anak di sekolah/madrasah idaman.  Analisa sederhana saya terhadap tren tersebut di antaranya adalah; Pertama , semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Para orangtua siswa hari ini adalah orang-orang terdidik yang telah mampu menilai kualitas sebuah lembaga pendidikan. Ia mempunyai standar tertentu untuk pendidikan terbaik anak-anaknya. Kelompok ini akan melakukan berbagai upaya, supaya anaknya bisa diterima di sekolah pilihannya. Begitu diterima, sudah pasti senang dan bangga luar biasa.  Kedua , calon siswa adalah anak-anak yang punya motivasi tinggi untuk sekolah. Mereka telah memahami bahwa sekolah...

Misteri Sebuah Tulisan

Image
Setiap kalimat yang telah dicipta oleh seorang penulis memiliki kekuatannya sendiri. Sebuah buku (tulisan) begitu selesai ditulis, kemudian diluncurkan ke publik, maka ia menjadi milik publik. Ia akan berbicara sendiri menyampaikan isinya melalui sistem tanda yang dimilikinya, terutama struktur bahasanya.  Suatu yang jarang disadari, bahwa teks dan pengarangnya saling bertautan, namun jarang keduanya hadir bersama-sama di hadapan kita sebagai pembacanya. Padahal sebenarnya sebuah tulisan yang hadir di hadapan pembaca, bermula dari suasana batin yang misterius dari penulisnya. Situasi psikologis saat ide itu muncul, motivasi-motivasi yang menyertai, perjuangan membangun tulisan yang utuh, pemilihan bahasa ( diksi ) dengan menyisihkan berbagai kata yang serupa. Dan berbagai dinamika batin lainnya.  Teks dan konteks penulis saat proses menulis mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Bahkan sebuah tulisan yang belum selesai hari ini, yang kemudian dikunjungi lagi esok hari oleh pe...