Teknologi dewesa ini telah tampil sebagai penggerak utama perubahan. Melesat dahsat meninggalkan cara hidup lama. Teknologi sendiri juga berkembang secara cepat, dan pesat merubah cara manusia beraktivitas, berkomunikasi dan bertransaksi. Beragam media dan aplikasi layanan yang makin cepat, mudah, murah dan makin baik (faster, easier, cheaper, better). 

Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,  secara signifikan memberikan nilai tambah bagi usaha individu, lembaga dan perusahaan. 

Generasi millenial sebagai anak zaman ini, menyambutnya dengan mengatakan, inilah zamanku. Mereka ingin semua interaksi dan transaksi dilakukan dengan menggunakan teknologi. Sementara mereka yang generasi "kolonial" tertatih-tatih untuk sekedar menonton lompatan demi lompatan yang terjadi. 

Apa yang tergambar pada fenomena di atas, merupakan sebuah transformasi. Yaitu sebuah perubahan rupa; baik itu bentuk, sifat dan fungsi yang berorientasi pada layanan hidup yang lebih maju. Semua hal, dengan teknologi terbaru diubah menjadi berbasis digital. Maka disebutlah sebuah transformasi digital. 

Hal penting bagi siapapun hari ini, terlebih para tenaga profesional, mesti merubah mindset untuk berorientasi pada custemer. Persaingan yang kompetitif telah memungkinkan pelaku bisnis menciptakan sistem layanan yang cepat, murah dan mudah. Menjawab hal ini, tiada lain kecuali pemanfaatan teknologi digital. 

Contoh paling sederhana layanan model transformasi digital adalah jasa transportasi ojek. Dulu, mereka yang membutuhkan jasa ini harus mendatangi pangkalan ojek, menjelaskan tujuan, bernegosiasi tentang ongkos, dan banyak kerumitan lainnya. Kini, dengan sebuah asplikasi ojek online, custemer yang sedang di manapun lokasinya, tinggal memilih kendaraan yang diinginkan, dan tujuan perjalanan. Jarak tempuh, rute, perkiraan lama perjalanan dan ongkos yang harus dibayar secara otomatis diberitahukan oleh teknologi cerdas tersebut, secara super cepat. Tak perlu pusing-pusing bernegosiasi. Dan bukan hanya itu, tampang sang driverpun sudah tampak nyata sebelum custemer bertemu muka. 

Teknologi ojek online diciptakan, karena bisnis hari ini harus berorientasi pelayanan custemer. Apapun itu, baik barang maupun jasa. Jika tidak, pilihannya hanya satu, bersiap ditinggalkan konsumen. Atau akan dicap, sebagai menyusahkan konsumen. 




Comments

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia