Tradisi Baru, Jagong Buku

 


Sebuah tradisi baru telah dimulai. Kegiatan bertajuk, "Jagong Buku The Series." Kegiatan yang masih senafas dengan dunia literasi ini diselenggarakan berkenaan dengan lahirnya buku baru. Untuk seri perdana "Jagong Buku",  akan dilaksanakan hari ini, Sabtu, 16 Januari 2021 pada pukul 19.30 Wib melalui aplikasi zoom

Istilah "Jagong Buku" dipilih, karena terilhami oleh budaya Jawa pedesaan, "Jagong Bayi." Jagong Bayi maupun Jagong Buku, dilaksanakan berkaitan dengan sebuah peristiwa kelahiran.  Jagong bayi, dilaksanakan berkenaan dengan lahirnya seorang  jabang bayi ke alam dunia. Dan Jagong Buku berkenaan dengan terbitnya atau juga bisa disebut lahirnya sebuah buku baru. 

Peristiwa kelahiran adalah peristiwa yang dinantikan sekaligus mendebarkan. Kelahiran seorang jabang bayi dengan sehat dan selamat sangat diimpikan oleh suatu keluarga. Euforia kebahagiaannya biasanya meluas, tidak hanya terbatas pada keluarga si bayi saja. Tetapi menular ke tetangga dan sanak saudara. Terlebih di masyarakat Jawa pedesaan. Masyarakat sekampung turut njagong sebagai bentuk syukur mereka. 

Demikuan juga yang sedang digagas oleh komunitas LP Ma'arif dan Pergunu Tulungagung. Untuk mengapresiasi para penulis pemula yang telah berhasil melahirkan buku digelarlah kegiatan jagong buku. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi tradisi (the series), yang secara berkala diselenggarakan. Mengapa? Karena bukankah kegiatan menulis dan melahirkan buku paling mungkin dilakukan oleh praktisi pendidikan (Guru, Ustadz, Kamad, Kepsek, Pengawas, Dosen). Profesi inilah yang paling lekat dan dekat dengan aktifitas keilmuan (baca, tulis meneliti, dan semacamnya). 

LP Ma'arif dan Pergunu Tulungagung patut berbangga. Pelatihan dan seminar literasi yang dilaksanakan pada bulan Maret dan November 2020 yang lalu, ternyata tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan skill, tetapi juga berhasil membangun spirit menulis para peserta. Sudah beberapa buku antologi berhasil diterbitkan. Dan disusul pada awal tahun 2021, telah terbit 4 buku solo yang membanggakan. 

Selama ini yang umum dikenal adalah "Bedah Buku." Kegiatan ini terkesan cukup serius, di mana penulis buku dihadapkan pada seorang atau beberapa orang pakar sebagai penguji/pembanding dan peserta bedah sebagai pembahas. Buku yang sedang dibedah biasanya buku kelas berat yang berisi tentang hasil penelitian lapangan atau penilitian pustaka. Konsep baru yang ditawarkan oleh penulis melalui buku tersebut, diuji di  ruang akademis. Tradisi ini pasti sangat positif bagi pengembangan keilmuan. Selain itu kegiatan bedah buka juga sebagai sarana memberikan apresiasi terhadap sebuah buku yang baru terbit. 

Kegiatan Jagong buku yang kali ini diluncurkan, bersuasana lebih santai. Karena tidak banyak membahas isi buku yang sedang dibincangkan/dijagongkan. Tapi lebih pada sharing pengalaman bagaimana perjalanan seorang penulis pemula, memulai memulis sampai menerbitkan buku tersebut. Jejak inilah yang diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi bagi teman se komunitas penulis pemula. Karena bisa jadi, terbatasnya pengetahuan membuat mereka memandang begitu "gelap" jalan yang mesti ditempuh untuk terbitnya sebuah buku solo. Pandangan keliru semacam itulah yang perlu segera diluruskan. Sekali lagi, segera!!!

Ada empat penulis yang akan berbagi kisah tentang perjuangan kelahiran buku perdana mereka, yaitu: 

Suprianto. Selain mengajar, beliau juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtida'iyah Miftahul Huda, Pakisaji Kalidawir. Penulis buku, "Merenda Asa, Kisah Hidup, Gagasan dan Pencerahan" Terdiri dari 153 halaman, Akademia Pustaka:Juni, 2020. 

Etik Rohmawati,  Profesi guru adalah pilihannya. Selain mengajar, beliau juga sebagai  Kepala Madrasah Ibtida'iyah Arrosidiyah Rejotangan.  Penulis buku, "New Normal, New Hope" Terdiri dari 85 halaman, Akademia Pustaka: Juni, 2020. 

Mohamad Ansori, Penghobi IT ini adalah guru yang sangat inspiratif. Selain mengajar beliau dipercayya sebagai Kepala Sekolah Dasar  Islam (SDI) Bayanul Azhar Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung.  Penulis buku, "Membangun Pembelajaran Inspiratif" Terdiri dari 143 halaman, Akademia Pustaka:Oktober 2020. 

Nurhadi Sehari-hari sebagai Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Penulis buku, "Melukis Mimpi di Masa Pandemi." Terdiri dari 248 halaman, Akademia Pustaka:Oktober 2020. 

Tidak ada pakar khusus yang dihadirkan dalam "Zoom Meeting Jagong Buku" kali ini. Tetapi karena kegiatan ini lebih pada berbagi kisah perjalanan menulis dan menerbitkan buku, maka kursi spesial diberikan kepada Dr. Ngainun Naim, M.HI. Tak lain, beliaulah yang telah menjadi juru lahir (bidan) lahirnya beberapa karya buku antologi dan empat buku solo dari komunitas penulis pemula ini. Totalitasnya dalam menularkan ilmu menulis serta keikhlasannya membersamai komunitas menulis di WA grup "Ma'arif Menulis," telah membuahkan karya nyata. 

Sudah selayaknya para penulis buku perdana merasa bahagia dan berbangga dengan pengalaman barunya. Akan tetapi, sebagai karya perdana pasti masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu dengan kegiatan Jagong Buku seperti ini diharapkan adanya kritik konstruktif serta masukan sebagai modal mewujudkan karya-karya berikutnya yang lebih baik. 

Selamat untuk para penulis. Terus kobarkan spirit literasi. Karena, "Dia SWT telah memberi kita segalanya, untuk menjadi luar biasa."

Sampai bertemu di Jagong Buku seri berikutnya, yang semoga tidak perlu menunggu lama.[...]


Noerhadi, 16/01/2021

Comments

  1. Pak Nur keren. Sembari zoom sambil menulis.

    ReplyDelete
  2. Kereeen p Nur....maaf krn sesuatu hal sygnya td mlm sy blm bs gabung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip bu Diana...kadose asmane panjngan wau dalu ada lo..

      Delete
  3. Semoga makin tambah berkahnya,
    Ilmunya dibagi pada teman-teman

    ReplyDelete
  4. Menantikan kelahiran putra putri pinilih berikutnya, moga nutrisi yang dibetikan Ma'arif dan Pergunu bisa menyuburkan kandungan sehingga bisa cepat babar.

    ReplyDelete
  5. Mantaab Pak Nur dan Narasumber lainnya

    ReplyDelete
  6. Woww keren....salam kenal Bapak..tadi malam ssya juga ikut jagong...pingin baca buku panjenengan...hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih banyak rawuh ipun... Pangapunten sanget namung buku sederhana dr penulis pemula...dan buku tak terduga sampun habis...insyaa Alloh ini sdg proses cetak ke dua.

      Delete
  7. Alhamdulillah laris manis bukunya Pak.. barokallah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Pangestunipun bu Auliya..taksih blajar bu niki.

      Delete
  8. Josh pun niku. Wayahe q melu juga.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia