Jauh mu sungguh menyiksaku

Tapi indahmu melekat dekat di mataku

Tak ada kata tentang engkau yang di sana

Kapanpun kau tetap di sini, di jantungku


Ku tahu hari ini engkau pilu

Melepas perjalanan surga ibumu

Sedih dan perih sekujur tubuh

Tapi indahmu tak pernah luluh


Tak terperi indahnya surga

Seumpama saat ku dan kamu jumpa

Sunyi senyap tanpa kata

Mengalir terhanyut lautan cinta 


Bintangku, teruslah kau berpijar

Indahmu tak pernah memudar

Pesonamu menjadi penerang

Mendung tak pernah menjangkau bintang





Comments

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia