Dari Dapur Lomba Menulis "Spirit Literasi Pergunu"

 

Gambar:Google.com

"Leterasi (menulis) adalah dunia praktik." Begitulah yang selalu difatwakan oleh para penulis hebat dan para narasumber literasi termasuk Dr. Ngainun Naim dari IAIN Tulungagung. Tak ubahnya seperti keterampilan vokasi lainnya. Hanya akan nyata hasilnya jika telah dipraktikkan. Praktik yang terus-menerus adalah kunci untuk melejitkan hasil. Seorang petani bahkan tak pernah kuliah di fakultas pertanian, tapi pengalamannya berpuluh tahun dalam bercocok tanam, menjadikan ia ahli dalam bidang pertanian. 

Demikian juga halnya dengan kebiasaan menulis. Mereka yang sudah kecanduan menulis akan sangat mudah menemukan ide untuk ditulis, mudah menuliskannya dan sudah pasti akan memanen karya demi karya. Tepat sekali jika para pegiat literasi mengatakan bahwa, "Tulisan bagus adalah bonus dari kebiasaan."

Kebiasaan adalah kunci utama dalam menulis. Karena itu, selain memompa diri dengan motivasi, penulis pemula sangat disarankan untuk ikut berbagai komunitas literasi (menulis). Memanfaatkan media WA group, komunitas menulis hari ini tumbuh subur, laksana jamur di musim penghujan. Berikutnya, kelompok ini akan menghidupkan atmosfer menulis setiap hari. Bermacam-macam topik tulisan blog yang dikirimkan oleh anggota group, menunjukkan bahwa obyek yang bisa ditulis sangatlah luas.  Itulah sawah ladangnya pegiat literasi. Luasnya sendi kehidupan ini, merupakan tempat bercocok karya dalam menulis.

Pertanyaannya kemudian adalah, sudahkah kita termasuk anggota komunitas menulis? Termasuk anggota yang bertipe apakah kita di dalam komunitas tersebut? Penulis sangat aktif, yang menulis setiap hari? Penulis aktif, yang menulis dua hari sekali?  Penulis cukup aktif, yang menulis dua kali seminggu? Penulis kadang aktif, yang menulis seminggu sekali? Pernah menulis, yang  pernah berkirim tulisan walaupun satu kali? Ataukah penonton aktif, komentator? Ataukan  penonton senyap yang menikmati sepi dalam keramaian?

Pentingnya kelompok menulis, juga disadari oleh PC. Pergunu Tulungagung. Setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Literasi bersama Narasumber kondang Dr. Ngainun Naim dari IAIN Tulungagung tanggal 07 November 2020, juga ditindaklanjuti dengan membentuk komunitas menulis. Memilih nama "Gubug Literasi Pergunu" Bangunan bernama "Gubug" menjadi ciri khas kelompok ini. Gubug diharapkan mewakili spirit Penulis Pergunu karena mengandung  kharakter sebagai berikut;

Pertama; Gubug adalah bangunan sederhana.  Hal in mewakili kenyataan bahwa kelompok ini memulai belajar menulis dari papa pengalaman. Minim keyakinan, bisa menghasilkan sebuah tulisan.  Akan tetapi dengan saling menguatkan dan saling melengkapi sebagaimana kait mengait rangka bangunan gubuk, diharapkan menghasilkan cita-cita menulis yang solid.

Kedua; Gubuk adalah bangunan yang khas.  Secara kesejarahan gubug adalah bangunan sederhana sebagai tempat berteduh dan istirahat si petani desa yang bekerja di sawah dan ladang.  Hal ini mewakili spirit melestarikan kearifan lokal, yang mulai tertindas zaman. Para penulis pergunu diharapkan menghidup-hidupkan kembali kearifan lokal itu melalui karya literasinya. 

Ketiga; Gubuk kekinian diboyong menjadi icon artistic.  Saat ini  gubug banyak hadir di berbagai tempat yang indah dan mewah. Misalnya tempat wisata, restoran, kottage bahkan hotel berbintang. Mereka, kaum milinial menyebutnya sebagai Gazebo. Hal ini mengandung spirit bahwa sikap ketulusan, kesederhanaan, niat yang solid serta cinta melestarikan kearifan lokal melalui karya literasi akan menuai keindahan hidup di kemudian hari. Suatu keindahan yang banyak dikunjungi  orang yang ingin memetik manfaat dari suatu karya. 

Mengawali kiprahnya menggerakkan pena literasi. PC Pergunu Tulungagung meluncurkan tantangan berupa Lomba Menulis "Spirit Literasi Pergunu."  Tantangan ini ditujukan kepada seluruh peserta Pelatihan Literasi di atas. "Spirit Leterasi Pergunu" diharapkan menjadi bagian dari new normal atau kebiasaan baru Guru NU di Tulungagung.  Yaitu, Guru yang Penulis. Guru yang dengan percaya diri mampu mengajak murid-muridnya untuk menyenangi literasi (membaca dan menulis). Karena Pergunu berkeyakinan efektifitas Gerakan Literasi Sekolah/Madrasah hanya bisa terwujud jika sang Guru telah mampu menjadikan dirinya sebagai contoh atau uswah.        

Ruang lingkup materi tulis dalam tantangan ini adalah peserta menuliskan pengalaman mengikuti Pelatihan Literasi Pergunu tanggal 07 November 2020. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang adil kepada para peserta. Adil yang dimaksud di sini adalah, seluruh peserta mengalami hal yang sama, sebagai bahan yang akan dituliskan. Dari sini pesera ditantang menghadirkan pengalamnya dalam bentuk tulisan. 

Cukup panjang, selama 17 hari mereka diberi kesempatan menyelesaikan karya tulisnya. Pada tanggal 24 November 2020 pukul 24.00 tantangan ditutup. Walaupun kegiatan ini sekaligus utuk memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, tetapi pengumuman hasil lomba diumumkan sehari berikutnya yaitu tanggal 26 November 2020. Hal ini dimaksudkan supaya seluruh Guru mempunyai rasa bahagia yang sama selama memperingati Hari Guru Nasional tersebut. 

Sebagai salah satu dewan juri dalam lomba ini, saya sungguh berkesan membaca karya para calon penulis hebat ini. Untuk memberikan nilai, saya harus berulang kali membaca satu karya yang sedang saya nilai. Bagaimana focus pada kontennya, bagamaina gaya penulisannya, serta diksi yang dipilih sehingga tulisan itu berasa. Ini adalah pengalaman baru bagi saya menilai tulisan orang lain. Padahal selama in saya termasuk penulis pemula yang sering berkata pada diri sendiri bahwa "punya hak apa orang lain, menilai tulisan kita?!" Sebenarnya pikiran seperti ini tak lain untuk memupuk kepercayaan diri dalam menulis. Mungkin! 

Adapun hasil lomba menulis "Spirit Literasi Pergunu" dalam rangka Memperingati HGN Tahun 2020 sebagai berikut:   

Lampiran: SURAT KEPUTUSAN
Nomor     : 01/KPTS/LM-PERGUNU/XI/2020
Tentang    : Juara Lomba Menulis “Spirit Literasi Pergunu” dalam Rangka HGN 2020

No

Nama

Asal Lembaga

T. Skor

Keterangan

1

Filzatun Nafsi, S.Pd.M.Pd.

MI Jabalkat Sambi Jajar

774

Juara 1

2

Lilis Istiana

SDI Al Hidayah

769

Juara 2

3

Duwi Koniatus Sa’adah, S.Pd.

SDI Bayanul Azhar

767

Juara 3

4

Yohana

MI Plus Al-Istighosah

761

Juara Harapan 1

5

Tri Algholy

MI Miftahul Huda Karangsono

745

Juara Harapan 2

6

Komsiyah, M.Pd.I

MI Miftahul Ulum Balesono

743

Juara Harapan 3


Ditetapkan di Tulungagung
Pada tanggal, 26 November 2020
Ditetapkan oleh Dewan Juri :
1. Moh. Ansori
2. Ma’rifah Hidayah
3. Nurhadi                                            

Ada hal yang berbeda dengan hasil pengumuman di atas. Yaitu keputusan adanya Juara Harapan 1, 2, dan 3.  Sebenarnya dalam petunjuk teknis saat lomba ini diluncurkan hal tersebut tidak disebutkan. Baru setelah Dewan Juri menyelesaikan tugasnya, ada keinginan untuk juga memberikan apresiasi bagi tiga terbaik di bawah tiga juara umum. Inisiatif ini ternyata disetujui oleh Ketua PC. Pergunu.  

Pada akhirnya kami mengucapkan selamat kepada yang telah berhasil memenagkan tantangan ini. Semoga menjadi suntikan motivasi untuk melanjutkan menulis setiap hari, sampai buku demi buku hebat terbit dari komunitas "Gubug Literasi Pergunu ini"  

Bagi 14 peserta yang belum masuk dalam surat keputusandi atas, sama sekali bukan karena tulisannya kurang baik. Tapi semata-mata karena keterbatasan jumlah apresiasi yang disediakan oleh PC. Pergunu. 

Sungguh saya berkeyakinan,  bahwa dua puluh punulis yang mengikuti kegiatan lomba ini mempunyai potensi besar untuk menghasilkan karya tulis buku. Dengan menabung tulisan demi tulisan di blog, kurang dari tiga bulan, pasti sudah berfikir untuk naik cetak buku.   

Marilah terus gelorakan spirit menulis dan kokohkan keyakinan bahwa menulis itu mudah, murah, dan banyak membuka pintu-pintu berkah.[...]


Comments

  1. Syukron katsir bapak, semoga ini awal yang baik untuk kedepannya, dan benar-benar manjur atas suntikan motivasi serta bimbingan bapak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Srlamat nggih bu... Terus semangat bu... Di depan ada sesuatu yg indah jika kita mmpu istiqomah.

      Delete
  2. Terimakasih bapak atas motivasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Slamat sukses bu Lis... Terus berkarya tiada jeda

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia