Guru Tak Boleh Berhenti Belajar
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Tulungagung semakin menunjukkan kontribusi positifnya bagi profesi guru di Tulungagung. Setelah sukses mendirikan SMK NU, Pergunu juga sukses mengantarkan puluhan Guru NU di Tulungagung mengikuti Beasiswa S-2 di Instiut Agama Islam Al Khoziny. Upaya ini bagian dari kesadaran akan pentingnya penguatan kompetensi akademik guru-guru NU di Kabupaten Tulungagung. Kontribusi ini tentunya patut mendapatkan apresiasi.
Guru dalam menjalankan tugas profesi wajib terus menerus membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan selaras dengan perkembangan jaman. Karena mengajar hari ini adalah untuk hidup mereka (murid) sekian sepuluh tahun yang akan datang. Bisa dibayangkan; pengetahuan, pengalaman, ketrampilan, sikap dan karakter pesera didik hari ini merupakan modal untuk menghadapi pertarungan hidup sepuluh bahkan dua puluh tahun mendatang. Padahal tantangan dunia ke depan, pasti semakin dinamis dan komplek.
Kenyataan bahwa masyarakat modern saat ini (era 4.0) kehidupannya semakin bergantung kepada Teknologi Informasi (TI), maka tidak ada pilihan lain bahwa proses pembelajaran harus sadar akan hal tersebut (IT). Guru dalam fungsinya sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran idealnya berada di depan dalam hal penguasaan IT. Dan jika hal ini tidak terjadi, maka interaksi pembelajaran antara guru dan murid akan mengalami hambatan dan bahkan kegagalan.
Menyadari pentingnya penguatan profesionalisme guru dalam berbagai kompetensi; 1) pedagogik, 2) kepribadian, 3) sosial, 4) profesional. (UU Nomor 14 Tahun 2005) dan ditambah kompetensi 5) leadership 6) spiritual (KMA RI Nomor 211 Tahun 2011). Maka PC Pergunu terus melakukan berbagai upaya memfasilitasi guru-guru NU dalam kegiatan pengembangan diri. Sebagaimana dikatakan oleh Ketua PC Pergunu Tulungagung, Drs. Muselim M.Pd.I bahwa "sebaik apapun sebuah kurikulum, ujung tombak keberhasilannya adalah pada spirit dan kompetensi guru."
Karena itulah, momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020, PC Pergunu Tulungagung memilih menyelenggarakan kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh guru NU dewasa ini. Yaitu penguatan kompetensi guru dalam bidang; IT, Literasi, Advokasi Hukum dan Penguatan Karakter Aswaja. Keempat materi ini, dilaksanakan secara maraton pada bulan November 2020.
Hari ini, Rabu 04 November 2020 adalah hari perdana diselenggarakannya kegiatan yang dikemas dalam seminar pendidikan. Walaupun kemasan kegiatan ini adalah seminar series, akan tetapi isi kegiatan ini lebih tepat disebut sebagai pelatihan. Karena peserta tidak hanya dibangun pemahamannya terkait materi. Akan tetapi pasca kegiatan ini, peserta berkomitmen untuk menghasilkan sebuah karya literasi bersama, menghidupkan blog pribadi dan website lembaga.
Mengawali rangkaian kegiatan Seminar Pendidikan Series Pergunu hari ini, panitia menyelenggarakan prosesi upacara pembukaan. Hadir dalam upacara pembukaan, adalah Bapak Drs. H. Kozin, M.Pd.I selaku Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya beliau menyampaikan suntikan motivasi kepada pengurus pergunu dan para peserta. Beliau menyampaikan bahwa para wali-wali Alloh itu adalah guru. Guru adalah orang sakti, dan murid yang taat kepada guru pada akhirnya juga akan menjadi orang sakti. Mantan ketua PC Pergunu ini juga menjelaskan bahwa Bima Sakti dan Kera sakti adalah contoh seorang murid yang mendapatakan keistimewaan (kesaktian) karena saking taatnya kepada gurunya.
Mengomentari pentingnya keterampilan memanfaatkan IT, Drs. H. Kozin mengingatkan bahwa perubahan zaman ini begitu cepat. Kemajuan teknologi berhasil menyederhanakan bumi menjadi bola dunia (globe) yang mudah dilihat, berikutya dunia berada dalam genggaman, dan terakhir dunia ada di ujung jari setiap orang saat ini. Ilustrasi ini menggambarkan betapa cepatnya perubahan akibat kemajuan teknologi. Karena itu guru wajib hukumnya menguasai IT! tegas H. Kozin.
Sebelum kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua LP Ma'arif Bapak Drs. H Kozin, Ketua PC Pergunu Tulungagung Drs Muselim, M.Pd.I juga menyampaikan kata sambutan. Beliau menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme bagi guru NU. Guru NU mempunyai tugas yang sangat penting dan mulia. Selain mencerdaskan anak bangsa, yang tak kalah pentingnya adalah menanamkan karakter dan akhlaqul karimah. Karena itulah empat materi/tema dalam seminar tersebut dipilih untuk membekali profesionalisme guru NU dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik. Guru NU hendaknya mempunyai spirit "jangan berani mengajar, jika kita berhenti belajar."
__________________
Mengawali empat rangkaian seminar yang akan diselenggarakan, materi IT hari ini sungguh luar biasa. Di bawah bimbingan Narasumber handal Bapak Deny Triana Yanuarsa, SE seratus peserta dari awal sampai akhir tak beranjak dari tempat duduknya. Walaupun rata-rata para peserta sudah pernah ikut diklat IT, tapi apa yang disampaikan oleh Narasumber hari ini sungguh berbeda. Dimulai dari refleksi kritis tentang kebiasaan anak-anak milenial bermain android, juga fenomena pemanfaatan platform pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama musim pandami (belajar dari rumah). Muncul banyak persoalan, dan jika dianalisa ternyata ketrampilan guru dalam memanfaatkan IT masih kalah cepat dibanding muridnya. Ironi.
Sesuai dengan hasil analisa panitia. Fokus pelatihan IT bagi guru NU sementara ini adalah pembuatan blog dan website. Hal ini penting dilakukan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis literasi (PBL). Blog pribadi ini nantinya diharapkan dapat difungsikan antara lain sebagai sarana belajar menulis oleh guru serta sebagai media pembelajaran. Karena rasanya tidak akan efektif membangun budaya literasi kepada para murid jika gurunya belum mampu menjadi model (uswah). Blog pribadi guru adalah tempat guru berkarya, berbagi dan mengabadikan karyanya. Pada saatnya karya-karya literasi yang telah tersimpan di dinding-dinding blog dapat dikompilasi dan dicetak menjadi sebuah buku. Jika rencana ini terwujud, maka kepercayaan diri guru untuk menggerakkan murid berliterasi akan semakin mantab.
Menutup kegiatan hari ini, panitia Bapak Moh. Ansori menyampaikan bahwa materi IT hari ini akan dilanjutkan secara terangkai dengan kegiatan kedua pada tanggal 7 November 2020. Praktisi literasi kondang dari IAIN Tulungagung Dr. Ngainun Naim, M.HI telah menyatakan kesediannya membimbing dan membersamai Guru NU untuk menjadi penulis yang sesungguhnya. [...]


Comments
Post a Comment