Pagi ini Kamis, 12 November 2020, tepatnya pukul 07.52 Wib. Sebuah pesan munculdi dinding WAG, kiriman dari admin group. "Daftar nama yang sudah mengirim naskah final," 1. Fulan 2. Suto 3. Noyo, dan setrusnya sampai angka 13. Di antara tiga belas nama tersebut, hanya satu yang saya kenal yaitu nomor 12, yang ternata namaku sendiri.
Kawan, group yang saya maksud di atas adalah group menulis CERNAK (cerita anak). Tiga minggu yang lalu seorang teman meminta ijin memasukkan nomor WA saya ke group yang baru dibuat olehnya. "Monggo!" jawab saya. Dua hari kemudian group tersebut telah berpenghuni 32 orang. Ucapan-ucapan terimakasih berhamburan di hari kedua group tersebut. Tak lama kemudian sang Admin menjelaskan petunjuk-pdetunjuk teknis perihal apa yang akan dikerjakan oleh anggota group yang mungkin belum saling kenal tersebut.
Setelah semua terjelaskan, tentang apa yang akan kami laksanakan, tiba-tiba dihadirkan tanggota yang terakhir. Ia diperkenalkan oleh Admin bernama Ibu Ririn Astiningrum. Beliau adalah seorang penulis produktif, dan sangat terkenal namanya di Karesidenan Kediri bahkan mungkin Nasional. Dialah yang akan membimbing anggota group ini untuk terampil menulis CERNAK (cerita anak).
Tak lama kemudian, Bu Ririn pun menyapa dan memperkenalkan diri. Beberapa saat berikutnya Bu Ririn menyatakan bahwa belajar menulis cernak dimulai. Hal itu barengi dengan menampilkan materi tentang teknik menulis cernak disertai contoh-contoh yang sangat jelas dan mudah dipahami.
Peserta dipersilahkan memulai menulis. Sejurus kemudian group WA senyap, mungkin sedang merenungi materi dan langsung mempraktikkannya. Sehari kemudian beberapa hasil karya pun muncul, disertai permohonan untuk dikoreksi oleh Bu Ririn. Hampir semua tulisan yang disetor mendapatkan catatan dari Bu Ririn. Dengan bahasa yang halus penuh rendah hari Bu Ririn mempersilahkan untuk memperbaiki. "Terimakasih Bunda atas koreksinya," demikian balasan dari para penulis yang mendapai tulisannya telah dikoreksi.
Proses bimbingan menulis cernak baik fiksi maupun non fiksi berlangsung sekitar dua minggu. Pada minggu ketiga diharapkan semua anggota telah menyetorkan karya yang telah dinyatakan fix. Hari ini Admin telah merekap, ada tiga belas nama penulis yang karyanya telah dinyatakan fix, dan saya adalah nomor yang kedua belas.
Proses menulis dinyatakan fix oleh pembimbing bermakna perjalanan karya tulis akan segera memasuki tahapan berikutnya. Yaitu, tahapan pengusulan penerbitan sebuah buku antologi. Proses pengusulan buku, dimulai dari penyusunan outline buku oleh team penerbit.
Biasanya outline buku (berupa draf) diberikan pada pihak penulis untuk dilakukan editing. Setelah proses ini diselesaikan maka penerbit mengusulkan nomor ISBN. Jika tidak ada persoalan, dalam waktu satu minggu nomor ISBN sudah dapat keluar.
Comments
Post a Comment