Do'a Guru di Hari Guru Tahun 2020

 



Do’a Guru di Hari Guru Nasional 
25 November 2020
Oleh; Kang Noer

 

اللهم صل على سيد نا  محمد و على ا لى سيد نا محمد والحمد لله  رب العا لمين حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكاَ فِى مَزِيْدَهُ . يِارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لجلال وجهك الكريم وعظيم صلطانك

 

Ya Allah …Tuhan kami Yang Maha Pengasih lagi  Maha Penyayang.  

Hari ini, dalam suasana  keprihainan karena Pandemi Covid-19, kami berserah kepada Mu. Berkat Rahmad Mu, kami dapat memperingati Hari Guru Nasional 2020 dengan penuh hikmat.  Sungguh kami bersyukur kepada Mu Ya Allah, inilah hari istimewa bagi kami, karena di sinilah Engkau telah pilihkan kami, menjalani profesi mulia sebagai Pendidik dan tenaga Kependidikan.

Yaa Allah ..., Engkaulah Yang Maha Mengetahui, telah menjadikan kami sebagai guru… Ya Allah ... kuatkan hati kami untuk semakin mencintai profesi ini. Ya  Robbii … Bimbinglah kami menjadi guru yang baik dan amanah,  menjadi guru yang bersemangat, professional, ikhlas, dan sabar serta  menjadi guru yang pandai bersyukur.

Ya Allah … sungguh kami bersyukur kepada Mu, karena cinta Mu kepada kami, Engkau pilihkan profesi ini, menjadi seorang guru. Tidak mungkin kami berada di sini bersama anak-anak istimewa para calon penerus bangsa, jika bukan karena besarnya cinta Mu pada kami. Sungguh durhaka rasanya bila kami tidak bangga, berdosa rasanya bila kami tidak mensyukurinya, karena jika Engkau Ridho hanya di sinilah pahala itu deras mengalir  menjadi lautan kebaikan sepanjang zaman sebesar dan sedalam keikhlasan.

Ya Allah, di Hari Guru ini, perkenankan kami memanjatkan tulus do’a untuk guru-guru kami ...., sekian tahun yang silam … mereka mengajari dan mendidik kami dengan penuh perjuangan dan dalam segala keterbatasan. Yaa Rabbii …, mulyakan mereka di mana pun mereka saat ini berada,  seperti apapun kondisinya; jika di antara mereka ada yg tengah terbaring sakit … di rumah,  di sudut-sudut rumah sakit …, selamatkan mereka dengan Kuasa Mu … mulyakan mereka dengan Kemulyaan Mu … Rabbana Ya Maulana … jika di antara mereka ada yang telah kembali kepadaMu …, pastikan mereka dalam kebahagiaan di Taman Surga-Mu. Kiranya hanya itu yang bisa kami mintakan sebagai balas budi kami atas jasa-jasanya.

Ya Allah, jadikanlah murid-murid kami anak yang selalu menyayangi dan mendoakan orangtua nya, yang selalu menjaga kewajiban agamanya, hingga menjadi pembuka pintu surga bagi keluarganya. Lindungilah mereka dari menjadi beban dan malapetaka keluarganya. Khusus untuk murid kami kls VI, IX, dan XII … ijinkan mereka sujud syukur …. pastikan mereka menitikkan air mata bahagia saat nanti pengumuman kelulusan dibacakan …, biarkan mereka menikmati nikmat kelulusannya ..., biarkan mereka membahagiakan orang tua yang kadang mereka kecewakan …, dan bukakan pintu-pintu kebaikan dan kesuksesan bagi masa depannya.

Yaa Allah kami sangat percaya bahwa besarnya kebaikan menjadi guru sebanding dengan ujiannya. Karena itu kuatkan hati kami untuk terus ikhlas dan rendah hati. Bahkan saat murid-murid kami kadang tak menghargai kami, menantang jika kami nasehati, tak mempan jika kami beri peringatan, menyepelekan jika kami beri tugas, berlari dan menabrak kami tanpa peduli, memalingkan wajahnya saat kami nasehati, bersumpah serapah membela diri walaupun salah telah terbukti. Mereka belum  menyadari bahwa sekolah adalah tempat mendidik bukan memanjakan diri, hingga guru pun terkadang dicaci maki.

Ya Allah …, Kami sering meneteskan air mata, melihat mantan siswa menjadi orang berguna. Terharu rasanya, kalau ada mantan siswa menyapa, lewat media sosial ia mencari gurunya, memberi kabar telah bekerja di suatu kota nan jauh di sana, wajahnya hampir lupa, tetapi ketika dia menyebut nama, tahun dan kelasnya, kami jadi teringat kembali sejarahnya. 

Memang ada mantan siswa yang buang muka, tapi itu cuma satu dua, kebanyakan menyapa dan bertanya, bercerita dan berbagi rasa, mengucapkan terima kasih dan memanjatkan do’a untuk kami mantan gurunya. Dulu ia masih anak yang polos, sekarang sudah jadi orang yang sukses dan berkedudukan tinggi. Dulu ia anak kecil, sekarang besar, dewasa dan bersahaja, dulu bajunya lusuh sekarang tampak rapi dan berwibawa. Dulu ia selalu membuat orangtuanya sedih dan menangis sekarang jadi kebanggaan keluarga. Dulu dia jauh dari agama sekarang tak pernah lupa akan sholatnya. Itulah Ya Allah, puncak kebahagiaan seorang guru, itulah kebanggaan  kami, yang membuat kami bahagia menjadi seorang guru.

Ya Allah, Yang Maha Mendengar, jikalau nanti segala karya ini telah purna, hanya satu yang kami minta, kiranya Engkau berkenan atas pekerjaan dan pengabdian ini. Kiranya Engkau menerima dengan Ridho apa yang telah kami kerjakan. Biarlah murid-murid kami yang menggantikan-nya. Inilah hidupku bagi Mu. 

Ya Allah, pada akhirnya nanti semoga Malaikat Mu berkenan menjemput kami sebagai guru yang amanah dan husnul khotimah.  Ya Allah, cukuplah Hanya Engkau yang menjadi pembimbing dan penolong kami, di dunia dan kelak di akherat nanti. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

اللهم بنورالعلم وسرعة الفهم واخرجنا من الظلمات الوهم وافتح نا ابواب رحمتك وعلّمنا اسرارحكمتك  يارب العالمين.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة و قنا عذاب النار

سبحان ربك رب العزّة عمّا يصفّون وسلام على المرسلين والحمد  لله رب العلمين.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia