Posts

Showing posts from January, 2021

Mudik Tipis-Tipis

Image
  Hari ini (30/01/'21) aku pulang kampung. Semacam mudik tipis-tipis. Saya sebut demikian karena tidak dalam rangka liburan atau perayaan hari raya. Mudik kali ini untuk menghormat kepada keluarga kerabat yang kemarin meninggal dunia, takziyah . Karena itu tidak ada persiapan khusus, dan tak mengajak serta keluarga.  Kebiasaan pulang ke kampung halaman selama pandemi turut menuai paceklik . Tak senyaman dulu sebelum musim pandemi. Saat ini semua orang telah terbangun mindset -nya untuk mengesahkan sikap 'curiga' kepada orang lain. Hal ini dibuktikan pada saat bertemu dengan orang lain (teman, kerabat, saudara) sekedar kebiasaan berjabat tangan saja sering terjadi 'keraguan' dan 'dilema'. Karenanya, beberapa orang menyikapinya dengan ber tos lengan atau mendahuluinya dengan pertanyaan ijin, "salaman apa tidak?" dan semacamnya. Cukup pahit/clekit rasanya ketika kita menjulurkan tangan untuk bersalaman, ternyata ia nya tak berkenan. Untuk hal yang sa...

Pak Udin, Profesional Yang Haus Belajar

Image
  Pak Udin, demikian saya dan teman-teman komplek perumahan memanggil namanya. Sebagaimana dulu, tiga tahun yang lalu beliau memperkenalkan diri kepada kami, panggil saja, Udin. Kediaman aslinya Bogor Jawa Barat. Kami tak mengetahui persis alamatnya, yang saya ingat hanya butuh waktu lima belas menit dari rumahnya menuju Taman Safari Bogor yang sangat terkenal itu.  Pak Udin, tiga tahunan ini menjadi warga pendatang di komplek perumahan kami. Perusahaan tempatnya bekerja menugaskannya untuk menjadi manager area toko-toko swalayan di wilayah Jawa Timur, tepatnya Jombang, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. Karena itulah, beliau mengontrak sebuah rumah dekat tempatnya bekerja. Ternyata rumah itu ada di komplek perumahan kami, Perum Jepun Permai 2 (PJP-2).  Awal tahun bekerja, keluarganya (istri dan dua anaknya) diajak serta, hidup di rumah kontrakan. Bahkan salah satu anaknya yang bernama Farez, sempat mengenyam sekolah di  TK Cordova Jepun Tulungagung.  Tiga...

Bocil, Dan Kekuatan Sugesti

Image
Bocil, menggemaskan sekali makhluk satu ini. Menyelami pola lakunya, bermacam teori membicarakannya.  Bocah kecil yang masih belia usia. Merekalah "subyek" pendidikan yang paling sempurna. Ruang pikiran dan hatinya masih terbuka lebar menerima pengalaman dan informasi baru. Belum terkontaminasi aneka kerumitan kehidupan.  Bocil belum bisa membaca, namun mampu menghafal berbagai lagu dan kalimah do'a. Luar biasa bukan? Karena itulah,  keistimewaan masa ini, sayang jika disia-siakan. Lingkungan emas mestinya diciptakan, untuk mensuasanakan milieu terbaik, yang sudah pasti akan terekam dalam kertas putihnya. Sayang, kesadaran tentang hal ini masih minim.  Bocil hari ini larut dalam lembah gelap budaya modern. Mata dan telinganya telah meraih apapun. Permainannya bukan lagi yang mendung gizi hati, sebagaimana bocil jaman dahulu yang bersama teman-temannya membuat sendiri permainan yang mereka senangi. Hari ini  pasar gelap telah menyediakan semuanya. Disuguhkan, de...

Pandemi dan Revitalisasi Peran Orangtua

Image
  Psikolog, Elly Risman Musa (dalam Munif Chatib, 2012:vii) mengatakan, "Kita semua, ternyata tidak siap menjadi orangtua. Kita bersekolah untuk menjadi ahli di bidang masing-masing, tetapi tidak untuk menjadi ayah-ibu. Ilmu dan teknologi berkembang, kita tetap menggunakan 'cara lama' dalam mengasuh anak kita yang kini disebut generasi Z. Statemen di atas mengingatkan para orangtua, yang dewasa ini mulai lupa akan peran pentingnya dalam mendidik anak. Bisa jadi hari ini banyak orangtua yang lulusan pendidikan tinggi, sudah ahli dalam pelbagai bidang, tapi keahlian sebagai 'ayah-ibu' bagi anak-anaknya malah sering terlupakan. Kebanyakan mereka telah merasa cukup dengan memberi kebutuhan jasmani anak. Merasa telah bebas dari tanggungjawab dengan sudah  menitipkan anaknya kepada sekolah dan membiayainya.   Faktanya memang seorang anak rata-rata sejak 0 sampai 18 tahun hidup bersama orang tuanya. Dalam waktu yang panjang tersebut tentunya orangtua mempunyai pengaruh ya...

Gunawan ; Berguru pada Penulus Ma'arif dan Pergunu

Image
doc.zoom.jagongbuku  Berguru pada Penulis Ma'arif dan Pergunu Oleh: Gunawan  Hujan masih saja mengguyur. Maklumlah, sudah saatnya memang ia turun. Menyapa setiap penduduk bumi.  Aku membuka aplikasi WhatsApp. Tak sengaja aku melihat status WA salah seorang dosen. Beliau mem-posting perihal sebuah acara. Seputar dunia literasi. "Jagong Buku," demikian tulisan yang tertera di pamflet. Merupakan acara "Bincang-bincang tentang Penerbitan Buku Penulis Ma'arif & Pergunu". Tak ingin ketinggalan, aku juga ikut meramaikan. Sayang sekali kalau dilewatkan. Apalagi, hal ini berkaitan dengan dunia literasi.  Acara yang diinisiasi oleh LP. Ma'arif Tulungagung dan Pergunu Tulungagung ini menarik. Sebab, narasumbernya ada lima orang. Di mana yang menjadi narasumber utamanya adalah salah satu dosen inspiratif dan produktif yang dimiliki oleh IAIN Tulungagung, yakni Dr. Ngainun Naim.  Acara yang disiarkan langsung via Zoom tersebut dimulai sekitar pukul 20:00 WIB. Ber...

Ujian Kehidupan Mencerdaskan Hati

Image
  Lembaran kehidupan di awal tahun 2021 dipenuhi berbagai fenomena alam. Wabah berbahaya Covid-19 yang masih betah singgah di bumi.  Kecelakaan pesawat, bencana banjir, gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan tanah longsor turut mengisi halaman kelam awal tahun ini.  Seorang teman berkata (maaf) ,  " Sabendino WhatsApp beritane kok kematian " (setiap hari selalu ada berita orang meninggal). Apa yang diungkapkan oleh teman tersebut, seakan mewakili pikiran kebanyakan orang lainnya.  Memang, kelahiran dan kematian akan selalu terjadi di alam kehidupan dunia. Tetapi bukan itu yang dimaksudkan. Selain saat ini adalah era keterbukaan informasi, hingga semua peristiwa di sudut dunia manapun bisa diberitakan. Sudah menjadi fakta, bahwa akhir-akhir ini, siapupun menjadi rentan dan sangat dekat dengan peristiwa sakit dan bahkan kematian.  Begitu ada berita bahwa si A telah berpulang ke Sisi Nya, pikiran orang (pembaca/pendengar) langsung mengalir ke sebuah pertanyaan,...

Sinopsis Buku; Reposisi Menuju Guru Ideal

Image
REPOSISI MENUJU GURU IDEAL ( Mengajar Hari Ini Untuk Hidup Mereka Di Masa Depan) Pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu negera adalah proses untuk memenuhi janji akan tujuan negara tersebut didirikan dan dibangun. Pendidikan yang berkualitas akan membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Penting bagi penyusun sebuah kurikulum pendidikan untuk peka terhadap pesatnya perkembangan zaman. Karena pendidikan hari ini adalah bekal hidup mereka di masa depan.  Berbicara kurikulum di bumi Indonesia, selalu terbayang dinamika dan perubahannya yang begitu instan. Yang "ini" belum sepenuhnya dijalankan, sudah hadir kurikulum baru. Guru-guru dilatih dan diyakin-yakinkan bahwa kurikulum terbaru inilah yang paling sesuai dengan kebutuhan zaman. Padahal demikian juga teori yang beberapa tahun lalu dilatihkan kepada mereka saat diklat kurikulum sebelumnya, masih lekat di ingatan mereka.  Pada akhirnya, apapun kurikulumnya tetap gurulah ujung tombak sukses dan gagalnya proses pengaja...

Tradisi Baru, Jagong Buku

Image
  Sebuah tradisi baru telah dimulai. Kegiatan bertajuk, " Jagong Buku The Series ." Kegiatan yang masih senafas dengan dunia literasi ini diselenggarakan berkenaan dengan lahirnya buku baru. Untuk seri perdana "Jagong Buku",  akan dilaksanakan hari ini, Sabtu, 16 Januari 2021 pada pukul 19.30 Wib melalui aplikasi zoom .  Istilah "Jagong Buku" dipilih, karena terilhami oleh budaya Jawa pedesaan, "Jagong Bayi." Jagong Bayi maupun Jagong Buku, dilaksanakan berkaitan dengan sebuah peristiwa kelahiran.  Jagong bayi, dilaksanakan berkenaan dengan lahirnya seorang  jabang bayi ke alam dunia. Dan Jagong Buku berkenaan dengan terbitnya atau juga bisa disebut lahirnya sebuah buku baru.  Peristiwa kelahiran adalah peristiwa yang dinantikan sekaligus mendebarkan. Kelahiran seorang jabang bayi dengan sehat dan selamat sangat diimpikan oleh suatu keluarga. Euforia kebahagiaannya biasanya meluas, tidak hanya terbatas pada keluarga si bayi saja. Tetapi menular ...
  Jauh mu sungguh menyiksaku Tapi indahmu melekat dekat di mataku Tak ada kata tentang engkau yang di sana Kapanpun kau tetap di sini, di jantungku Ku tahu hari ini engkau pilu Melepas perjalanan surga ibumu Sedih dan perih sekujur tubuh Tapi indahmu tak pernah luluh Tak terperi indahnya surga Seumpama saat ku dan kamu jumpa Sunyi senyap tanpa kata Mengalir terhanyut lautan cinta  Bintangku, teruslah kau berpijar Indahmu tak pernah memudar Pesonamu menjadi penerang Mendung tak pernah menjangkau bintang

Vaksinasi, dan Jembatan Menuju Kampung Baru

Image
  Fenomena pandami Covid-19, problematika  dan segala upaya pencegahannya masih menjadi diskursus utama media massa sampai awal tahun 2021. Bukan hanya di Indonesia, tapi demikian juga di negara-negara lain.  Minggu kedua bulan Januari 2021 jagad media informasi Indonesia diramaikan  dengan berita persiapan vaksinasi. Di era keterbukaan di mana masyarakat semakin cerdas, dan dukungan akses media informasi ada di genggaman semua orang, program vaksinasi Covis-19 kali ini banyak diwarnai adu argumentasi. Mungkin jauh berbeda dengan suasana program vaksinasi yang pernah diselenggarakan pemerintah pada tahun-tahun yang lalu. Dulu rakyat dengan mudah menerima apa yang diprogramkan oleh pemerintah.  Satu sisi pemerintah perlu mensukseskan program massal ini secepatnya, sebagai langkah strategis melindungi keselamatan warganya. Di sisi yang lain masyarakat butuh keyakinan untuk menerima vaksinasi ini tanpa adanya keraguan.  Diskusi tentang Vaksin Sinovac yang tel...

Jejak Perjalanan Buku Perdana

Image
  Saat anak kecil ditanya tentang cita-citanya, mereka dengan mudah menjawab, "ingin menjadi presiden, polisi, tentara, dokter, pilot," dan sebagainya. Seiring perjalanan waktu dan pengetahuannya mereka makin menyadari bahwa cia-cita masa kecilnya tersebut adalah sebuah mimpi atau impian semata. Sungguh berat perjuangan menjadi presiden, yang hanya ada satu se Indonesia, demikian juga untuk menjadi pilot, polisi, tentara dan dokter. Perlu perjalanan mencari ilmu yang panjang, dan proses seleksi yang ketat.   Banyak anak yang konsisten dengan cita-cita masa kecilnya hingga mereka fokus belajar ilmu sesuai dengan cita-citanya itu. Mereka yang bermimpi menjadi dokter, saat sekolah memilih jurusan IPA/Biologi dan berusaha diterima kuliah di fakultas kedokteran di kampus ternama. Jika ia lulus dengan sempurna, jadilah ia seorang dokter yang kompeten, penuh dedikasi karena mencintai profesinya itu.  Mereka yang bercita-cita menjadi polisi, tentara dan pilot, sejak TK sudah...

Ibu, Sang Keramat Pemegang Kunci Surga

Image
  Ibu. Sang keramat pemegang kunci surga. Sama sekali tak sulit menemukan alasan mengapa ibu mempunyai predikat begitu istimewa.  Keistimewaan ibu telah dikukuhkan oleh Sang Pencipta, Alloh SWT serta RasulNya. Pun juga tak dibantah oleh manusia apapun kedudukannya. Jika ia (manusia) yang benar kemanusiaannya, pasti akan menjadikan ibu sebagai keramat baginya.  "Surga itu di bawah telapak kaki ibu." Demikian Nabi menegaskan dalam Hadits nya. Menjelaskan betapa dekat surga dengan sang ibu. Jarak dekatnya seorang ibu dengan surga mudah dipahami jika kita melihat sifat Tuhan yang dititipkan pada seorang ibu, yaitu kasih sayang ( ar-Rahiim ). Secara jasmaniah hanya ibu yang mempunyai rahim, untuk merawat manusia sejak mula-mula sebelum dilahirkan ke alam dunia.  Keistimewaan ibu ada pada banyaknya bentuk kasih sayang yang dicurahkan dari jiwa dan raganya. Kasih sayang murni yang menjadi dasar kokohnya lembaga inti dalam masyarakat, yang tak lain adalah sebuah keluarga. Ha...