PBL-CERIS Laksana Kapal Pesiar
Nurhadi, M.Pd.I
"PBL-CERIS sebagai pendekatan pembelajaran dapat diibaratkan sebagai Kapal Pesiar." Demikian dikatakan oleh Bapak Maimon, S.Ag. M.Pd, Kasi PAIS SMA/SMLB dan SMK, pada Bidang PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, di akhir presentasi pada kegiatan Pemantapan Pelaksanaan PJJ PAI bagi Guru dan Pengawas PAI se Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara series pada Tanggal 3-5 Pebruari 2021 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan pemantapan seri yang terakhir (5/02/2021) kali ini, diikuti oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) SMA/SMK se Jawa Timur. Pada dua hari sebelumnya, tanggal 03/02/2021 peserta kegiatan ini adalah Guru PAI SMA se Jawa Timur. Dan pada tanggal 04/02/2021 peserta dari Guru PAI SMK se Jawa Timur. Sejalan dengan tema, kegiatan series ini bertujuan memantapkan efektifitas pelaksanaan PJJ PAI melalui pendekatan Pembelajaran Berbasis Literasi-Cerita Remaja Islami (PBL-CERIS).
Masa pandemi Covid-19 yang masih belum diketahui ujung akhirnya, mengkonfirmasi bahwa sedemikian juga dengan kepastian kegiatan masuk sekolah. Sama-sama belum ada yang bisa memastikan waktunya. Karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali menerapkan berbagai pendekatan untuk mengefektifkan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Pendekatan PBL-CERIS telah diujicobakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 dan terbukti telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Tidak hanya peserta didik yang berhasil mewujudkan karya tulisnya, tetapi Guru dan Pengawas PAI pun juga ramai-ramai menjadi penulis. Banyak buku antologi dan buku solo karya siswa dan guru/pengawas telah berhasil diterbitkan. Rupaya pandemi dan PJJ telah membuka pintu hikmah bagi pembelajan PAI di Jawa Timur. Yaitu bertumbuh suburnya penulis-penulis pemula berbasis Pendidikan Agama Islam.
PBL-CERIS sebagai pendekatan pembelajaran PAI perlu terus disosialisasikan kepada pelaksana PAI (siswa, guru, kepala sekolah, pengawas). Karena secara umum kesadaran literasi di kalangan masyarakat kita masih sangat memprihatinkan, termasuk di dunia pendidikan sekalipun.
Ilustrasi PBL-SERIS laksana Kapal Pesiar sebagaimana disampaikan Bapak Maimon di atas, sangatlah tepat. Kapal Pesiar fungsi utamanya adalah mengantarkan penumpang (orang dan barang) dari pulau/negara satu ke pulau/negara lainnya, sebagaimana kapal yang lain. Namun yang menjadi istimewa, kapal pesiar juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan kebutuhan hidup, seperti; fasilitas olah raga, tempat berbelanja, layanan kesehatan, kuliner, perawatan kecantikan, arena bermain dan wahana rekreatif lainnya.
Demikian juga dengan muatan dari PBL-CERIS. Dengan pembelajaran melalui pemberian tugas menulis cerita pendek, memungkinkan siswa mengalami berbagai pengalaman belajar, seperti; membaca, berfikir, berimajinasi, serta menawarkan pikiran baru. Lebih dari itu CERIS dapat menjadi wahana pengembangan dan penguatan berbagai nilai karakter. Karakter yang menumpang pada PBL-Ceris meliputi karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (religius), karakter personal (jujur, tanggungjawab, disiplin, kerja keras), karakter dalam hubungan dengan sesama, (santun, hormat, menghargai, demokratis, simpati), maupun karakter dalam hubungan dengan lingkungan (peduli, toleransi, kasih sayang) dan seterusnya.
Kegiatan menulis cerita merupakan aktifitas yang membawa beribu manfaat. Selain mengantarkan si penulis memahami dan mengembangkan apa yang sedang ia tulis, aktifitas menulis juga dapat mendatangkan berbagai manfaat dan bahkan keberkahan hidup.
Untuk memantapkan kesadaran akan kebermanfaatan pendekatan PBL-CERIS bagi pembelajaran PAI, Pak Maimon berusaha meyakinkan peserta (guru dan pengawas) bahwa; 1) Menulis itu melukis pengetahuan, 2) Menulis itu melukis pengalaman, 3) Menulis itu melukis fenomena, 4) Menulis itu melukis hayalan/imajinasi, 5) Menulis itu meramal masa depan, dan 6) Menulis itu dapat mengabadikan kisah.
Terbitnya berbagai buku CERIS karya siswa, Guru PAI dan Pengawas PAI semenjak digulirkannya program PBL ini (khususnya) di Jawa Timur oleh Bidang PAIS Kemenag Provinsi Jawa Timur membuktikan bahwa, pendapat, "menulis itu pekerjaan orang elit, menulis itu harus berbakat dan menulis itu sulit," adalah mitos belaka. Yang benar adalah, semua orang bisa menulis.
Mengikuti kegiatan hari ini, saya pribadi merasakan bahwa pilihan pendekatan PBL-CERIS untuk PJJ PAI bagi siswa SMP, SMA dan SMK merupakan lompatan yang sangat tepat. Tidak berlebihan PBL-CERIS jika disebut sebagian dari bentuk Adversity Quotient, yaitu sebuah kecerdasan mengatasi suatu problem, saat berbagai pihak sedang menggugat pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (daring), "tidak efektif."
PJJ adalah pembelajaran di masa kedaruratan. Tidak ada pilihan yang paling tepat di saat seperti ini kecuali mendahulukan melindungi keselamatan siswa. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak H. Santoso, M.Pd.I selaku Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur saat membuka kegiatan webinar ini. Beliau mengatakan, "Lindungi pelajar kita dengan PJJ dan menagakkan 5 M; 1) Memakai masker, 2) Mencuci tangan, 3) Menjaga jarak, 4) Menghindari kerumunan, dan 5) Membatasi mobilitas dan interaksi.
Menandai akhir presentasinya, Bapak Maimon menyampaikan sebuah saran dan motivasi. Beliau mengajak, "Mari kia lengkapi bacaan kita, perpustakaan keluarga kita, perpustakaan masjid kita, perpustakaan kantor kita dan perpustakaan sekolah kita dengan Novel Ceris (Cerita Islami).[...]
Nurhadi, M.Pd.I
Pengawas PAI Kemenag Kab. Tulungagung Jawa Timur.
tulisan yg bagus panjang dan lengkap, tp saya juga bingung penekatan apalagi nanti yg akan diterapkan, seiring lamanya wabah membuat para tokoh mencari berbagai solusi..
ReplyDeleteBu hj pasti bisa..
DeleteMasa sulit membuat banyak orang berpikir kreatif Pak Nur...
ReplyDeleteLeres pak pri... The power of kepepet
DeleteProgram yg kereen...mungkinkah menulis cerita anak berkarakter bisa dimasukkan dlm program literasi di SMP -SMA??
ReplyDeleteSangat dan sangat bisa bu Dina.. Bu Dina siap2 kita undang untuk mmbimbing... Dan sharing
DeleteSiap pak Nur....dg senang hati
DeleteKulo nulis nopo Pak Pengawas?
ReplyDeletePanjngan nulis nopo mawon pasti ok bu hj... Judule pokok nulis..
Delete