Saatnya Mengisi Teacher Tool Box
Ilustrasi:google.com
Saat ini, akhir Juni 2020 adalah masa libur sekolah. Libur akhir tahun pelajaran 2019/2020. Lembaga pendidikan (sekolah) sedang sibuk persiapan menyongsong tahun ajaran baru 2020/2021.
Secara resmi anak sekolah belum ada tugas belajar dari gurunya, sampai tahun ajaran baru dimulai. Komunikasi (virtual) guru dan murid hampir tak terlihat lagi. Karena tahun ajaran baru yang akan datang guru dan materi pelajarannya sudah berbeda. Total anak-anak istirahat dari tugas belajar sekolah.
Masa libur sekolah tahun ini sungguh berbeda. Kedaruratan akibat pandemi juga masih bercokol, hingga roda aktifitas belum sepenuhnya normal. Walaupun tempat wisata telah dibuka, tapi semangat berlibur masih dihantui dengan situasi covid-19. Anak-anak pun menyikapinya dengan maklum.
-----------------
Bagi guru dan sekolah, justru saat inilah masa-masa penting mengisi amunisi dan mengasah gergaji. Sekolah kemarin beda dengan sekolah yang akan datang. Sekolah yang sarat dengan protokol kesehatan. Panjang kali lebar urusan teknis yang harus di persiapkan. Kepala sekolah/madrasah, guru dan staf pasti telah membentuk team untuk pengadaan ini dan itu, membuat protokol demi protokol.
Bagaimana dengan guru? Secara pribadi-pribadi inilah saat guru membekali diri. Selain menggiatkan diri mengikuti kegiatan webinar bertajuk desain pembelajaran daring. Guru perlu secara mandiri mengasah gergajinya. Menambah pengetahuan penggunaan platform (aplikasi online) untuk media pembelajaran daring. Inilah dunia new normal guru saat ini.
Guru dalam kapasitasnya sebagai tenaga profesional dalam peran dan fungsinya sebagai public speaker di hadapan murid wajib memiliki berbagai alat untuk mensukseskan tugasnya. Persis seperti dokter saat praktik melayani pasiennya yang selalu siap dengan alat-alat seperti; jas dokter, stetoskop, tensi meter, termometer, masker, senter medis, otoskop (THT) dan lain-lain nya.
Demikian juga dengan petani, selalu membawa alat saat berangkat berdinas di sawah atau ladang. Alat yang disiapkan pun berbeda saat musim panas dan saat musim hujan. Beda situasi, tentu menunya pun juga berbeda.
Menu guru era normal dan new normal sudah pasti berbeda. Upaya membekali diri hingga tampak profesional dalam tugas adalah bentuk tanggung jawab profesi. Dan spirit bahwa tiada tanggung jawab yang lebih besar dari urusan mendidik murid dengan sukses, harus terjiwai oleh semua guru. Karena tidak ada yang membantah bahwa profesi ini (guru) sungguh mulia. Karena itulah marwah kemuliaan ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Guru hari ini (new normal) harus memenuhi koper peralatan mengajarnya dengan ilmu alat yang baru. Dengan kesadaran penuh bahwa proses pembelajaran tidak boleh berhenti walaupun terjadi musim karantina dan isolasi. Sama seperti petani yang tak berhenti menanam. Musim berganti tanaman pun disesuaikan, menggunakan alat dan media yang berbeda pula.
Senyampang waktu mengajar belum mulai, saatnya mengisi koper peralatan mengajar sebanyak-banyaknya. Misalnya dengan membuka youtube mengulik vedio-vedio tutorial pemanfaatan aplikasi media sosial public speaking daring seperti zoom meeting, whatsaap, edmodo, blog, skype, jitsi meet, dan sejenisnya.
-----------------
Melengkapi teacher tool box (kotak peralatan guru) untuk persiapan pembelajaran daring di era new normal, berikut penulis sarikan sedikit tips presentasi online dari Public Speaking Trainer, Maya Rachma:
Persiapan teknis yang perlu diperhatikan:
- Pastikan koneksi internet yang bagus; upayakan koneksi internet tidak putus-putus. Hal ini penting karena jika koneksi internetnya buruk dapat mengakibatkan bad mood, yang mengganggu proses interaksi pembelajaran.
- Gunakan headset; hal ini penting supaya presentasi guru suaranya lebih clear, jelas, lebih empuk dan mudah di pahami tanpa harus berteriak dengan keras.
- Pastikan vedio sudah on. Tiga hal penting untuk diperhatikan dalam interaksi daring yaitu verbal, visual dan vokal. Guru harus tampil menarik karena ekspresi dan gestur membantu audien (murid) mudah paham yang sedang disampaikan. Penampilan yang baik juga merupakan bagian etika public speaker.
Hal-hal yang penting dilakukan oleh guru dalam presentasi daring:
- Maintening eye contact. Hal ini penting untuk terbangunnya feel relationship lebih mengena. Supaya audien merasa bahwa kita sedang bicara dengan dia. Caranya dengan melihat dengan tulus lensa camera webcam. Sampai audien merasa terus dilihati (seperti mantan). Focus, tulus ikhlas melihat webcam.
- Bicaralah dengan speed yang lambat. Karena audio biasanya berkurang kwalitasnya, akibat tereduksi suasana, baik sekitar guru maupun audien (murid).
- Hindari kata-kata yang sulit di cerna. Ingat, bahwa ini proses daring yang jika menemui hambatan memahami kata, audien tak bisa bertanya ke teman di kanan dan kirinya.
- Mute audio yang ada di aplikasi. Tentu ini berlaku pada saat presentasi, supaya tidak terjadi pecah konsentrasi. Memang akan terasa sunyi, hampa dan menimbulkan perasaan benarkah audien sedang khusyu mendengarkan? Mengatasi suasana ini maka atasi dengan menayangkan visual para audien.
- Buatlah slide materi semenarik mungkin. Dengan memakai visual yang bagus / menarik audien tak pindah ke lain hati, dan tetap betah mengikuti.
(Lebih jelas, lengkap dan indahnya dapat dilihat di channal youtube Maya Rachma) Penulis jamin vedio tutorialnya ada di sana.
Sedikit tips presentasi daring di atas, sebenarnya hanya contoh kecil di antara banyaknya agenda belajar guru untuk persiapan teknik mengajar di era new normal. Sebagai langkah profesional keluar dari gagap IT menuju melek IT. Jika tidak sekarang, kapan lagi ? [...]
KangNoer, 27 Juni 2020
Terima kasih Pak Yai . .Sangat bermanfaat, . .
ReplyDeleteSami2 bu nyai...
ReplyDeleteNew normal, new methode
ReplyDeleteMantap
ReplyDeleteSiap prof..
Deletetak ubahnya seperti nelayan yang juga menyiapkan jala untuk mendapatkan ikan.
ReplyDeleteBetul bund...jala dan kail..
DeleteJoss sekali, Songsong tapel baru dg sejuta amunisi
ReplyDeleteUntuk menembak ya mister...
DeleteDaaann alangkah indahnya jika semua elemen mjd bagian penting dari strategi baru ini.
Delete