Pancasila Maha Karya Literasi Founding Fathers



Hari ini tanggal 01 Juni 2020, adalah hari yang penting bagi Bangsa Indonesia. Kemarin seorang teman berseloroh, " eh ternyata besok Satu Juni Tanggal merah ya ? ". Untuk meyakinkan diri kami pun melihat kalender di genggaman (HP). Ternyata iya, Libur Nasional, Hari Lahir Pancasila. 

Mungkin saja gegara masih dalam masa WFH, hingga saat melewati tanggal merah (libur) sering luput dari perhatian. Laksana menabur garam di lautan. Lewat, tak berkesan.

Pagi-pagi, saat melihat banyak unggahan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila di WA,  terbersit keinginan untuk orat-oret (menulis) ikhwal Dasar Negara tersebut. Pikiran sederhana saya bahwa tanggal merah (libur) hari ini (Hari Lahir Pacasila) seperti tanggal merah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Kelahiran Isa Almasih. Sama-sama lahirnya sebuah peristiwa besar. 

Sambil olah tangan di wilayah dapur, sumur dan jemuran pikiran ikut saya putar ke kiri dan ke kanan. Sekiranya ada endapan yang bisa dituangkan dalam tulisan. Setidaknya ingin ikut me-literasi-kan peristiwa penting hari ini, untuk pepeling bagi diri sendiri. 

Karena sesuatu hal, yang tidak perlu saya jelaskan di sini, niatan menulis ikhwal Pancasila saya urungkan. Sembari mengutuki diri "jangan sok tahu tentang Pancasila".  Belajar dulu, dan perbaiki perilakumu.

Sejujurnya saya sangat kagum dengan Pancasila, Dasar Negara Indonesia tercinta ini. Sungguh lima rumusan asas atau prinsif  hidup Berbangsa dan Bernegara yang luar biasa. Pasti ditelorkan dan di rumuskan oleh orang-orang hebat yang berhati suci. Yang jiwa dan raganya telah beliau gadaikan untuk kejayaan Bangsa tercinta ini. Konon menurut guru SD saya kala itu,  hanya Indonesia lah Negara yang punya pusaka sehebat Pancasila. 

Suasana kebatinan founding fathers (para pendiri bangsa) saat itu, menjelang kemerdekaan pasti berkecamuk. Karena dalam tempo yang singkat mereka harus mampu merumuskan suatu asas sebagai dasar berbangsa dan bernegara yang bisa diterima oleh Seluruh Tumpah Darah Indonesia. Menurut saya ini adalah perkara yang sungguh serius. Satu tingkat di bawah berperang melawan kompeni bersenjata bambu runcing. Menegangkan dan mendebarkan. 

Oleh karena para pahlawan tersebut hanya mendengarkan kata hatinya yang suci, maka untaian lima kalimah sakti berhasil di rumuskan. Yang kemudian di tetapkan dan menjadi Dasar Ideologi Negara serta Falsafah Bangsa, yang akan kokoh sepanjang masa. 

Akhirnya dalam momentum 01 Juni 2020 ini ijinkan saya  mengatakan bahwa "Pancasila adalah Maha Karya Literasi  Para Pahlawan Pendiri Bangsa". Kewajiban kita semualah untuk menjaga sekuat kemampuan kita, agar tetap kokoh dalam rumah besar bernama NKRI.

Menjaga tetep kokohnya Pancasila tidak ada cara lain kecuali dengan mengamalkannya di persada pertiwi ini. Dengan Bertuhan secara benar, Berkemanusiaan secara benar, Bersatu dengan benar, Berkerakyatan dengan benar, dan Berkeadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan sebenar-benarnya. [...]

KangNoer, 01 Juni 2020.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia