Dia, kita dan corona
![]() |
| Berdiri dalam tempo yang sesingkat singkatnya |
Kemarin, 05 Juni 2020 sekitar pukul 13.56 WIB Bapak Ketua RT mengirimkan pengumuman di WAG berisi himbauan kerja bakti. Agendanya ; sabtu sore (06/06/2020) merobohkan gerbang disinfectant sprayer, dilanjutkan ahad pagi dan seterusnya mendirikan kembali gerbang tersebut. Karena gerbang darurat yang tiga bulan lalu di buat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya itu, perlu dipercantik lagi bodynya.
![]() |
| Dirobohkan, untuk didirikan lagi dengan body yang lebih indah |
Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan warga beberapa hari sebelumnya. Dalam rembug warga tersebut, kami semua masih melihat grafik pandemi belum menunjukkan garis menurun menuju landing. Justru kelonggaran yang akhir-akhir ini mulai di terapkan perlu disikapi dengan bijaksana. Tak ada pilihan lain kecuali mengokohkan kebersamaan sesama warga satu lingkungan.
Berdamai dengan covid-19, pada akhirnya menjadi pilihan yang tidak bisa di hindari. Karena tidak mungkin kita akan terus mengurung diri. Selama vaksin anti covid ini belum ditemukan, cara paling ampuh adalah berdiam diri di rumah.
Terlebih pihak yang berwenang, telah memfatwakan bahwa virus ini sangat gampang bermutasi. Sekecil wilayah Tulungagung saja sejauh ini sudah diidentifikasi ada enam subtipe mutasi-an corona. Jika hal ini benar berarti tembakan vaksin itu kemungkinan kurang bisa di andalkan. Semacam tak tepat sasaran. Entahlah...
Mengarantina diri di rumah memang akan menyelamatkan dari corona, tapi apakah dapurnya juga akan selamat? Disinilah masalahnya. Karena itu langkah yang harus dilakukan adalah segera bangkit menyongsong aktifitas produktif tetapi tetap aman.
Kemampuan pemerintah telah kita lihat bersama. Sangat terbatas. Andai melakukan langkah besar, pun ternyata diiringi membengkanya proposal hutang ke bos besar. Ya... Sudahlah, biarlah pemerintah bekerja semampunya di luasnya tanah air ini.
Berikutnya lingkungan kecil di mana kita tinggal wajib mengambil peran ini. Yaitu menguatkan kebersamaan untuk membangun lingkungan baru yang makin peduli sesama. Kepedulian untuk saling menguatkan dan mengamankan. Mewujudkan lingkungan baru yang terbuka dan berstandar sehat dari corona.
Sejak awal lingkungan one gate kami tak mengambil opsi menutup portal. Tetapi memastikan siapapun yang sambang telah melalui protokol kesehatan sejak di pintu gerbang.
Begitulan cerita perihal dampak-dampak corona yang tak ada habis-habisnya. Merepotkan, meruwetkan, merugikan, memboroskan, menyedihkan, menyakitkan, menggagalkan, menakutkan, membinasakan dan me..me..me..kan lainnya. Sementara semua orang memimpikan yang sebaliknya.
Jika boleh memilih, pasti tak kan ada orang yang sudi memilihnya. Tapi nyatanya hal ini terjadi di hadapan kita. Sebagai makhluq yang punya iman, inilah saat nya kita mendulang manisnya hikmah kesabaran. Dan semakin kokoh bersandar bahwa "Keputusan Nya, lebih baik bagimu daripada keinginanmu". Hanya Dia lah Yang Maha Kuasa atas Semua Rahasia [...]
KangNoer, 06 Juni 2020


Solusine new normal pak 😃😃😃
ReplyDeleteNggih pak pri... Pokok dg yg new new... Kulo remen.. Hhh
DeleteLanjutkan. Mantap.
ReplyDeleteSiap prof...
DeleteKelihatan kekompakan warga RTnya....
ReplyDeleteAamiin... Pangestunipun yii..
Delete