Jika Gelisah Menulislah

Suatu saat terjadi suasana hati yang tidak menentu. Yang terjadi terkadang bukan yang diinginkan. Tapi justru itulah seni dalam hidup ini. Yang memicu hadirnya dinamika dan gerakan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari kegelisahan.

Produk kegelisahan Thomas Alva Edison begitu dahsyat, hingga mampu merubah wajah semesta yang gulita. Demikian juga  para pemikir lainnya, yang karyanya menjadi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Bisa jadi itu semua berangkat dari kegelisahan hati dan pikiran.

Biasanya kegelisahan berangkat dari sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Bukankah surganya pertanyaan adalah hadirnya sebuah jawaban ? Maka dari itu, otak tidak akan berhenti berfikir sampai kebutuhannya terjawab.

Bila engkau gelisah maka menulislah. Karena munculnya sebuah impian dan upaya meraihnya, laksana  gelapnya malam menjemput mentari senja. Sebuah perjanjian yang telah tersurat. Laksana timur dan barat. 

Saat kita tak melihat mentari di ujung pagi bukan berarti saat itu tak ada kejadiannya. Tapi sejatinya kitalah yang terlena tak menghadiri peristiwanya.

Suatu momen, sayang bila dibiarkan menghilang. Dengan menuliskannya berarti mengabadikan jejak-jejak kerja pikiran dalam upaya menemukan jawaban.


KangNoer, Jepun, 01 Desember 2016, Repost 13 Juni 2020

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia