Posts

Showing posts from February, 2021

Peradaban, Literasi dan Tangan-tangan Guru

Image
  Gambar : LighHOUSE Indonesia Menggerakkan spirit literasi. Aktivitas ini saya yakini sangat erat korelasinya dengan upaya membangun bangsa yang berperadaban. Sejarah kehidupan manusia dari masa ke masa bertumbuh dan berkembang. Manusia sebagai penggerak utama perjalanan sejarah kehidupan ini, tak henti berkreasi menyempurnakan warna kehidupan. Mengokohkan jati diri sebagai makhluk yang berbudaya. Kebudayaan manusia berkembang menggapai kemajuan, seluruhnya terekam dalam karya peninggalan, prasasti-prasasti serta berbagai karya literasi. Karya lama diwariskan, dibaca generasi susudahnya, dipelajari dan dilestarikan.  Demikian, berlangsung secara berkesinambungan, menyejarah menandai zaman. Budaya baca dan tulis yang masih rendah di masyarakat kita dewasa ini menjadi perhatian serius pemerintah. Di dalam keprihatinan  itu, dunia pendidikan sering disebut-disebut. Dan wajar saja, karena siapa lagi yang menggerakkan budaya baca tulis jika bukan masyarakat pendidikan ( civit...

Spiritualitas Purna Tugas

Image
Sejarahnya dulu, mula-mula seorang anak disemangati untuk bersekolah. Belajar merapi-rapikan diri, bersepatu, dan berdisiplin. Besok-besok jika sudah punya ijazah bisa untuk mendaftar menjadi pegawai negeri. Sebuah profesi kantoran, tak kepanasan dan tak kehujanan, tampak bersih dan intelek, serta bergaji tetap setiap bulan. Madu, ilustrasi yang manis sekali.  Pikiran seperti itulah yang dulu umum dimiliki kebanyakan orang tua kita, yang hidupnya didera panas dan hujan di persawahan, berkotor-kotor, banting tulang dengan hasil panen yang tak pasti. Terlebih jika ladang dan sawah yang digarap bukan milik sendiri. Nasib yang miris ini, tak ingin diwariskan kepada anak-anaknya.  Maka, sekolah dipandang sebagai satu-satu nya cara merubah nasib. Benar saja, mereka yang empat puluhan tahun yang lalu tertib mendulang ijazah sekolahan, jika ia mendaftar PNS hampir pasti diterima.  Ada sebuah pertanyaan, Apakah pikiran model di atas saat ini masih umum terjadi? Ternyata perkembang...
Teknologi dewesa ini telah tampil sebagai penggerak utama perubahan. Melesat dahsat meninggalkan cara hidup lama. Teknologi sendiri juga berkembang secara cepat, dan pesat merubah cara manusia beraktivitas, berkomunikasi dan bertransaksi. Beragam media dan aplikasi layanan yang makin cepat, mudah, murah dan makin baik  (faster, easier, cheaper, better).  Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,  secara signifikan memberikan nilai tambah bagi usaha individu, lembaga dan perusahaan.  Generasi millenial sebagai anak zaman ini, menyambutnya dengan mengatakan, inilah zamanku. Mereka ingin semua interaksi dan transaksi dilakukan dengan menggunakan teknologi. Sementara mereka yang generasi "kolonial" tertatih-tatih untuk sekedar menonton lompatan demi lompatan yang terjadi.  Apa yang tergambar pada fenomena di atas, merupakan sebuah transformasi. Yaitu sebuah perubahan rupa; baik itu bentuk, sifat dan fungsi yang berorientasi pada layanan hidup yang lebih...

Sekolah, Ngopi dan Warung Kopi

Image
Belum apa-apa sudah bangga dan bahagia. Itulah yang sering terjadi akhir-akhir ini saat musim penerimaan siswa/mahasiswa baru. Tatkala anak diterima di suatu SD, SMP, SMA atau Madrasah favorit, senangnya hati orangtua tak terperi, laksana ketiban rezeki melimpah. Fenomena ini dapat dilihat saat musim PPDB. Terjadi trend gerakan menyerbu untuk mendaftarkan anak di sekolah/madrasah idaman.  Analisa sederhana saya terhadap tren tersebut di antaranya adalah; Pertama , semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Para orangtua siswa hari ini adalah orang-orang terdidik yang telah mampu menilai kualitas sebuah lembaga pendidikan. Ia mempunyai standar tertentu untuk pendidikan terbaik anak-anaknya. Kelompok ini akan melakukan berbagai upaya, supaya anaknya bisa diterima di sekolah pilihannya. Begitu diterima, sudah pasti senang dan bangga luar biasa.  Kedua , calon siswa adalah anak-anak yang punya motivasi tinggi untuk sekolah. Mereka telah memahami bahwa sekolah...

Misteri Sebuah Tulisan

Image
Setiap kalimat yang telah dicipta oleh seorang penulis memiliki kekuatannya sendiri. Sebuah buku (tulisan) begitu selesai ditulis, kemudian diluncurkan ke publik, maka ia menjadi milik publik. Ia akan berbicara sendiri menyampaikan isinya melalui sistem tanda yang dimilikinya, terutama struktur bahasanya.  Suatu yang jarang disadari, bahwa teks dan pengarangnya saling bertautan, namun jarang keduanya hadir bersama-sama di hadapan kita sebagai pembacanya. Padahal sebenarnya sebuah tulisan yang hadir di hadapan pembaca, bermula dari suasana batin yang misterius dari penulisnya. Situasi psikologis saat ide itu muncul, motivasi-motivasi yang menyertai, perjuangan membangun tulisan yang utuh, pemilihan bahasa ( diksi ) dengan menyisihkan berbagai kata yang serupa. Dan berbagai dinamika batin lainnya.  Teks dan konteks penulis saat proses menulis mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Bahkan sebuah tulisan yang belum selesai hari ini, yang kemudian dikunjungi lagi esok hari oleh pe...

Menua, Berguru Pada Usia

Image
Pada dasarnya semua adalah proses belajar. Tidak ada yang sebenar-benarnya benar dan baik. Yang ada adalah belajar terus menerus mendekati benar. Atau belajar terus menerus untuk mendekati baik. Karena yang sebenar-benarnya benar dan sebenar-benarnya baik hanyalah Dia Yang Maha Benar dan Dia Yang Maha Baik, yaitu Alloh SWT.  Manusia sebagai makhluk istimewa diberikan berbagai potensi yang dibenamkan oleh Alloh SWT ke dalam dirinya. Potensi yang ada mengharuskan ia belajar, karena manusia sebenarnya sebagai makhluk pembelajar ( educable ). Dan juga harus dididik ( educandus ).   Abdurrohman Shaleh (uin.malang.ac.id) mengataka, " Man is the core of the educational proces." Bahwa manusia adalah inti dari seluruh proses pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia adalah obyek sekaligus pelaku pendidikan.  Jika paradigma bahwa manusia sebagai makhluk pembelajar dimiliki oleh setiap orang, saya membayangkan kehidupan kita  akan dipenuhi dengan kekayaan kebudayaan, ...

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Image
  gambar:timurmedia.com Tiba-tiba saja terlintas dalam lamunanku, apakah gerangan yang menjadi mimpi-mimpi para  generasi millenial kini? Pertanyaan ini muncul berkelebat saat pagi, siang, sore dan malam, mata ini selalu menatap pemandangan anak-anak hari ini. Mereka sedang duduk-duduk dan kadang berbaring sambil melampiaskan berbagai ekspresi; berteriak, sangat happy, marah, kecewa, meronta-ronta, padahal ia sedang tak bersama siapa-siapa. Hanya ada sebuah benda di tangannya. Itulah dunia mereka hari ini. Dunia yang bukan seperti dunia kami beberapa tahun yang lalu. Dunia yang tak pernah menginjak sawah ladang, tak tahu merumput dan mandi di sungai. Tak pernah bersorak bahagia walau hanya karena sebuah kelereng masuk ke lubang.  ______________ Di masa pandemi ini, kita kehilangan pemandangan indah pagi hari. Matahari memang tak mengubah sifatnya. Sinar paginya tetap tak tergantikan. Hangat menyapa, menuntun denyut kehidupan. Tapi, mereka yang dulu bangun petang, berdanda...

Pendidikan, Teruslah Dibicarakan

Image
  Maju dan munduryna suatu bangsa ditentukan oleh pendidikan. Entah berapa puluh kali, kalimat itu dan semisalnya, terdengar ke telinga kita. Semua orang sepakat, alias tak ada yang membantah. Bahwa hanya melalui pendidikan, kualitas sumberdaya manusia suatu bangsa dapat ditingkatkan. Karena itu pendidikan merupakan sumber dari segala sumber kemajuan suatu bangsa.  Entah apa yang terjadi jika suatu bangsa beserta masyarakatnya tak mempedulikan pendidikan dan berhenti membicarakannya. Atau misalnya, negara enggan memberikan prioritas anggaran pendidikan. Profesi guru diremehkan, gajinya rendah hidupnya tampak susah. Gedung sekolah kusam, kotor tak terurus. Negeri yang seperti ini rasanya seperti negeri yang mau mati. Mengapa? Karena pembicaraan tentang kejayaan masa depan bangsa, selalu dari mimbar-mimbarnya generasi mudanya. Generasi para calon penerus dan pemimpin bangsa. Karena itu, seandainya negara memberikan perhatian dan anggaran besar-besaran untuk pendidikan dan pengem...

PBL-CERIS Laksana Kapal Pesiar

Image
 Nurhadi, M.Pd.I "PBL-CERIS sebagai pendekatan pembelajaran dapat diibaratkan sebagai Kapal Pesiar." Demikian dikatakan oleh Bapak Maimon, S.Ag. M.Pd, Kasi PAIS SMA/SMLB dan SMK, pada Bidang PAIS Kanwil Kemenag Provinsi  Jawa Timur, di akhir presentasi pada kegiatan Pemantapan Pelaksanaan PJJ PAI bagi Guru dan Pengawas PAI se Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara series pada Tanggal 3-5 Pebruari 2021 melalui Zoom Meeting .    Kegiatan pemantapan seri yang terakhir (5/02/2021) kali ini, diikuti oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) SMA/SMK se Jawa Timur. Pada dua hari sebelumnya, tanggal 03/02/2021 peserta kegiatan ini adalah Guru PAI SMA se Jawa Timur. Dan pada tanggal 04/02/2021 peserta dari Guru PAI SMK se Jawa Timur.  Sejalan dengan tema, kegiatan series ini bertujuan memantapkan efektifitas pelaksanaan PJJ PAI melalui pendekatan Pembelajaran Berbasis Literasi-Cerita Remaja Islami (PBL-CERIS).   Masa pandemi Covid-19 yang masih b...

Pandemi dan Adversity Quotient

Image
  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah bagian dari diskursus baru dunia pendidikan saat ini. PJJ atau pembelajaran berbasis daring, populer menyertai popularitas pandemi Covid-19. Memang demikianlah realitasnya, PJJ merupakan model pembelajaran yang dipilih saat situasi kedaruratan akibat pandemi virus berbahaya yang mudah menular antar manusia. Situasi ini tidak mengijinkan adanya kegiatan perkumpulan manusia, termasuk belajar di kelas-kelas dalam gedung sekolah.  Manusia sebagai makhluk kreatif, selalu berupaya untuk mampu menyesuaikan diri dengan situasi lingkungannya. Kemampuan seseorang untuk menghadapi kesulitan dalam hidupnya disebut sebagai Adversity Quotient (AQ). Adversity Quotient  disebut juga sebagai kecerdasan menghadapi tantangan. Teori kecerdasan adversiti (adversity quotient) diperkenalkan oleh Paul G Stoltz pada tahun 2000. AQ merupakan terobosan penting dalam pemahaman manusia tentang apa yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.  Adversity Quotie...

Berandai-andai

Image
  Berbahagilah para pegiat literasi (menulis) yang detik ini sedang sehat jiwa dan raganya. Aktifitas menulis dapat terwujud dengan baik jika badan kita sehat. Sebaliknya, kurang sehatnya tubuh berdampak terhambatnya aktifitas menulis.  Ketika tubuh kurang vit,  mata mudah lelah dan bahkan rasa pusing di kepala pun datang. Rasa ingin menulis berpotensi mengendur dan luntur.  Saat-saat seperti itu, bermunculan imajinasi 'berandai-andai'. Andai tubuh ini segar bugar pasti hari ini sudah bisa berbagi tulisan.  Itulah kebiasaan buruk saya, dan mungkin demikian juga sebagian dari kita. Baru sadar akan berharganya kesehatan, saat sakit telah tiba.  Walaupun demikian, ternyata aktifitas menulis masih menempati urutan pertama yang paling memungkinkan dilaksanakan saat kurang sehat sekalipun.  Mengapa? Karena menulis tak membutuhkan modal tenaga yang banyak. Tak perlu tempat khusus, pun tak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya. Lebih jauh lagi, aktifitas...