Ketika Corona Berfatwa




Kehadiran si covid-19 sungguh istimewa. Makhluk satu ini mempunyai daya dobrak perubahan yang mencengangkan. Tanpa berbicara apa-apa, negara dan warga dunia secara cepat berubah pola hidupnya. 

Perubahan ekstrim gaya hidup, warga dunia ini, laksana pemuluk agama menjalankan fatwa guru spiritualnya. Hingga tak berlebihan jika di-ilustrasikan bahwa corona hadir membawa fatwa bagi dunia. Dunia yang baru. 

Mari kita cermati fenomena-fenomena berikut ini : 

Kehadiran corona mampu mengubah tradisi sekolah. Selama ini belajar identik dengan bangku sekolah. Berseragam, dalam ruang dan waktu yang terjadwal. Dibimbing guru, bersama teman dalam satu kelas. Terikat peraturan terkungkung tembok-tembok pembatas. Mereka pesta bahagia saat tanggal merah dan para guru sedang ber musyawarah. 

Kehadiran corona dunia belajar berubah. Menjadikan fungsi rumah kembali ke fitrah. Menagih orang tua sebagai guru pertama. Untuk mendidik putra-putri sendiri menjadi sholih dan sholihah. 

Kehadiran corona mengubah budaya kerja. Perkantoran kini terlucuti wibawanya. Perkerjaan bisa purna tanpa jam dan meja kerja. Kerja dari rumah hasilnya tak kalah.  Membuntu jalan corona, menghindari temu muka, di tempat kerja. 

Kehadiran corona mengubah pesta hari raya. Hari raya tak harus baru bajunya. Hari raya tak harus berjabat tangannya, bisa lewat media yang ada di genggaman. Hari raya tetap di rantauan, tak harus mudik ke kampung halaman.

Kehadiran corona menghijab dunia. Tak pandang, suka, ras dan agama. Semua mesti menutup hidung dan mulutnya. Kini  pelindung itu bukan hanya ; security, helm dan sabuk pengaman saja. Penutup hidung dan mulut tak kalah pentingnya.  

Kehadiran corona, menegaskan fatwa suci. Bahwa selayaknya Baitii menjadi jannati. Idealnya bangunan masyarakat dan bangsa itu berangkat dari sini.  Situasi pasti aman sejahtera dan terkendali. Karena dipenuhi pribadi-pribadi yang terpuji. Aamiin. [...]

Selamat Idul Fitri 1441 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin


KangNoer, Puri Jepun, 24 Mei 2020



 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia