PENTINGNYA MENAHAN DIRI
(kegiatan seperti di atas, sementara ini di tahan/tunda dulu)
Pelajaran
Penting dari Dua Tamu ; Corona dan Ramadhan
Tamu tak di undang itu bernama
Corona
Awal desember planet bumi kedatangan tamu. Tamu
yang datang tanpa diundang. Virus corona namanya. Virus ini menyebabkan
penyakit COVID-19 (Corona Virus Disease).
Virus ini diidentifikasi pertama kali di Cina pada 31 Desember 2019.
Indonesia meng-konfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret 2020. Saat itu Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang positif terjangkit virus corona, yaitu perempuan berusia 31 tahun dan Ibu berusia 64 tahun. (Detik News, 26 April 2020).
Pada awalnya masyarakat Indonesia hanya sebagai penonton. Saat pemerintah cina memberitakan epidemi virus corona di negaranya. Sempat terbersit dalam pikiran sebagian masyarakat Indonesia bahwa “tamu” tersebut tak akan singgah di Indonesia. Pikiran tersebut antara lain didasarkan pada kenyataan bahwa iklim Cina (Wuhan) dan Indonesia jauh berbeda.
Menyambut dan menyikapi tamu tak undang, sudah barang tentu merepotkan sang tuan rumah. Terlebih telah dikenali sebelumnya bahwa karakteristik tamu tersebut menyakiti dan merugikan sang tuan rumah. Masuk tanpa permisi, merusak tempat dimana ia berpijak (inang). Berpindah dari manusia satu ke manusia yang lainnya. Bentuknya yang super kecil, tak terjangkau oleh penglihatan mata. Menyerang dan meng-infeksi siapapun tanpa peduli.
Sungguh merepotkan. Kedatangannya membuat sekolah diliburkan, kantor ditutup, transportasi dihentikan, tempat wisata tak menerima kunjungan. Pemerintah mengeluarkan berbagai edaran, berisi protokol pencegahan dan perlawanan. Semangat melawannya mirip seperti perang. Tapi “perang” dimana senjata yang digunakan untuk melawan dan membinasakannya belum diciptakan. Jadilah perlawanan yang tak seimbang.
Berita terbaru menjelaskan bahwa negara yang kedatangan tamu tersebut, mengalami resesi ekonomi. Banyak perusahaan merugi dan bahkan gulung tikar. Ribuan pekerja di PHK, pengangguran meningkat. Kerawanan sosial dan kriminalitas ? saya tak akan menjelaskan, pembaca yang budiman pasti sudah tahu.
Sudah pasti negara hadir menyelesaikan kekacauan ini. Merogoh brankas anggaran dalam negeri. Dan jika tak cukup tentu akan mengajukan pinjaman/hutang ke luar negeri, Bank Dunia. Untuk perkara yang satu ini biarlah para pemimpin kita yang mengurusnya. Sebagaimana amanat UUD 1945 bahwa negara bertanggungjawab melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Tamu yang sangat ditunggu itu bernama Ramadhan
Dua
bulan sebelum sang Ramadan tiba adalah Rojab dan Sya’ban. Pada kedua nama
tersebut umat muslim memperbanyak do’a untuk disampaikan pada Ramadhan yang
dirindukan. Allohumma Bariklana Fii Rojaba Wa Sya’bana Wa Balighna Romadhon. Yaa
Alloh berkahilah kami di Bulan Rojab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada
Bulan Ramadhan. Demikianlah yang di ajarkan oleh Rosulullah SAW sebagai Utusan
Nya.
Beliau (Rosulullah SAW) mengabarkan kepada umatnya, bahwa Ramadhan adalah bulan mulia, dihadiahkan oleh Alloh SWT. Kedatangan Ramadhan dengan ijin Nya membawa kabar gembira, bahwa Penguasa Alam Semesta (Alloh SWT) mencurahkan Rahmad dan Maghfiroh kepada yang meng-imaninya.
Apa yang dibawa oleh Ramadhan adalah sesuatu yang paling dibutuhkan oleh orang ber-iman. Karena mereka menyadari betapa seorang makhluk telah banyak mengecewakan Kholiqnya. Nabi Menegaskan “Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih”, (Barang siapa yang berpuasa ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap Keridhoan Alloh, maka akan diampuni dosa-dosa nya yang telah lalu).
Bersihnya manusia dari salah dan dosa sangatlah penting. Menjadi modal untuk mampu taqorrub kepada Allah SWT. Sebagaimana orang yang baju dan tubuhnya bersih dan wangi maka ia akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Kesuksesan dalam berkomunikasi dan mengambil hati orang lain adalah jalan menuju keberhasil akan maksud dan tujuan yang diinginkan.
Karena itu Ramadhan sering disebut sebagai kawah condro dimuko. Bulan di mana seorang muslim dididik, digembleng untuk menjadi pribadi yang berkwalitas. Berkwalitas pisik, mental dan spiritualnya. Sehat jasmani dan rohaninya. Sadar akan kedudukan serta tugas dan fungsi dihadirkan oleh Alloh SWT di alam semesta.
Ramadhan adalah bulan yang sangat di nanti, karena kehadirannya membawa hikmah, manfaat dan barokah. Bagi umat manusia terlebih bagi umat muslim. Di bulan inilah Alloh SWT menurunkan wahyu berisi rambu-rambu kehidupan bagi umat manusia dan alam semesta.
Al-Qur’aul Kariim. Disinilah sumber semua ilmu. Disinilah aturan baik dan buruk dirujuk, dan disinilah perintah dan larangan di paparkan. Al-Qur’an adalah peta kehidupan, menuntun manusia menuju ilaihi roji’un, kembali dengan selamat (kepada Tuhannya).
Ramadhan mengajak manusia untuk selamat dunia dan akherat. Sehat hidup dunianya dengan berpuasa. Selamat akheratnya karena ibadahnya di balas dengan Rahmad dan ampunan.
Pelajaran berharga, dua tamu istimewa
Dua
tamu istimewa yang diceritakan di atas ternyata membawa pelajaran berharga. Keduanya
sama-sama mengajarkan penting nya menahan diri sebagai jalan keselamatan.
Virus Corona tak akan menjadi malapetaka jika kita tak kemana-mana. Ia tak mampu berpindah dari satu orang ke orang lain jika tak ada perantara. Ia tak mampu menular dari satu individu ke individu lainnya jika jaraknya berjauhan. Selamatlah orang-orang yang mampu menahan diri ;
Menahan diri untuk
tidak berkumpul dengan temannya sementara waktu.
Menahan diri tidak
berkunjung (mudik) ke kampung halamannya seperti tahun lalu
Menahan diri untuk
tidak beribadah berjamaah
Menahan diri untuk
tidak banyak keluar rumah
Menahan diri untuk
tidak bertemu teman di tempat kerja sebagaimana biasanya
Social dan physical distancing adalah menahan diri dari bersosialisasi dan bertemu fisik dengan orang lain. Menjaga jarak ber-interaksi. Dua hal ini (social dan physical distancing) merupakan bagian dari syarat dan rukun mencegah hadirnya tamu corona ke diri dan keluarga kita.
Tetapi faktanya menahan diri bukanlah perkara yang mudah. Karena manusia hidup membutuhkan makan dan minum. Butuh bergerak, bekerja untuk mencukupi kebutuhan nya. Disinilah ujiannya ! Hingga ada yang lulus dan banyak pula yang gagal.
Puasa Ramadhan. Ibadah yang paling khas di bulan Ramadan adalah puasa. Puasa atau shoum artinya adalah menahan diri. Yaitu menahan diri dari makan dan minum dan segala hal yang membatalkan mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Inipun juga perkara yang tidak mudah.
Karena tabiat manusia adalah ingin bebas, merdeka mengendalikan diri mereka sendiri. Sementara puasa menuntut pelakuya untuk mampu menahan diri;
Menahan diri dari makan dan minum, makanan dan minumannya
sendiri
Menahan diri dari
bersenang senang dengan pasangannya di siang hari
Menahan diri dari perilaku yang tidak terpuji
Menahan diri dari
hawa nafsu yang selalu mengajak pada kesenangan dan kemaksiatan
Kegagalan manahan diri sebagaimana di ajarkan oleh kedua tamu di atas akan menuai kerugian. Dan sebaliknya keberhasilan menahan diri akan berbuah kemenangan dan kebahagiaan di hari kemudian.
Selamat Menyambut Hari Kemenangan 1441 H
Dan semoga segera ada hari tanpa Corona
Kang Noer, Puri Jeepun Permai-2, 16 Mei 2020
Bagus bro... 👍👍👍
ReplyDeleteJan mantap... Ilmu dan ilmu...
ReplyDeleteSemoga..
DeleteApik tenan
ReplyDeleteGimugi prof
DeleteTamunya akan segera pulang
ReplyDeleteCovid :......?
Ramadhan : sebentar lagi
Bodone teko coronane lungo. Aamiin
DeleteAamiin
ReplyDeleteMenahan diri sejak awal manusia ada, memang menjadi ujian. Siapa mampu selamat. Yang gagal tersesat. Bukankah ujian nenek moyang kita yang pertama di surga juga menahan diri? jangan kau dekati pohon ini! Dan ternyata ketika dilanggar takdirpun berjalan...
ReplyDeleteBetul skali...
DeleteMening makde
ReplyDeleteSiap...makde
DeleteSeharusnya sampean iku karyanya sudah banyak, ketrampilan dan kecakapan olah kata yang bagus, menarik untuk dibaca, apalagi penuh hikmah yang betebaran di ruang tulismu, dapat dimungkinkan banyak orang yang tergerak untuk kebaikan... Makanya ayoo nulis yang rajin.. Semangat...
ReplyDeleteBagus dirimu bro olah katanya...sharusnya sampean sudah lebih banyak karyanya... Sblum di sini diriku juga jarang nulis panjang2... Cuma nulis saur manuk di WA
DeleteLanjutkan..!!
lanjut.. jadi buku
ReplyDeletePangestune p doktor Haji..
DeleteMengInspirasi sbg bahan muhasabah diri dan mensyukuri atas hikmah dibalik musibah.. Ajiib
ReplyDeleteTrimakasih bu nyai...sampun berkenan paring dawuh
DeleteMantul Pak tulisannya..bisa sebagai pembelajaran untuk kita semua..
ReplyDeleteMatursuwun bu guru... Siip
DeleteAdi kr kangmas sama2 hebat...slmt & sukses ditunggu karya2 brktnya
ReplyDeleteAamiin.... Sama2 blajar... Trimakasih bpk/ibu...
DeleteMantaps Guse.. .
DeleteDari sini Kulo berfikir
Berarti termasuk tirakat yang luar biasa adalah Menahan diri
Betul skali yii..tirakat...trimkasih d ingatkan...
DeleteSuper pak nur, kata-kata nya mudah untuk dicerna namun sarat akan makna, sehingga sy tak bosan tuk membacanya,
ReplyDeleteTrimakasih bu Rina...sudah berkenal silaturrahmi dg tulisan sederhana ini.
Delete