Menasehati diri sendiri
Pada akhirnya harus ku deklarasikan. Setidaknya deklarasi bagi diriku sendiri. Bahwa blog literasi ini sebagai kantor baruku. Tak perlu ruangan, cukup dalam genggaman.
Sebelum ini aku sudah punya kantor. Tapi bukan kantor ku sendiri. Buktinya, merekalah yang memegang kunci. Kapan dibuka dan kapan ditutup sudah ada yang mengurusi.
Era baru (4.0) penuh tantangan dan harapan. Bicara hidup, bicara masa depan. Wajib berinovasi, mengejar kemajuan. Biar tak ditinggalkan seperti ojek pangkalan.
Kantor ini kantorku sendiri. Kuasaku penuh, gajiku utuh. Gajiku adalah kebahagiaan, dan diriku sendirilah yang menentukan.
Hidup dan kehidupan adalah perjalanan. Kesempatan berjalan jangan disia-siakan. Detik, menit akan dimintai pertanggung jawaban. Untuk apa waktu pemberian-Nya dipergunakan.
Dari kantor baru ini, kebermaknaan hidup dimulai. Pengabdian dikerjakan, ilmu dan pengalaman diikat dan di tali. Menjadi khasanah literasi yang abadi. Demi kebahagiaan dan kebermaknaan diri. Sisanya diwarisi dari generasi ke generasi.
Kesempatan hidup ini sungguh istimewa. Wujud Kebaikan-Nya kepada setiap kita. Karena itu kunasehatkan kepadaku. Abadikan Kebaikan dan Kemurahan-Nya itu. Dengan menulisnya di buku kehidupan mu.
KangNoer

Sungguh... Aku pun dulu hanya tergerak membuatnya mengikuti jejak beliau, tertarik dan ku pelajari sendiri... Alhmdulillah...
ReplyDeleteAku juga gajian kebahagiaan hahahaha
ReplyDeleteGe nyaur utang kbhgiaan bund...
DeleteSuperrrr joz
ReplyDeletePangestune panjngan Gus.. Tursuwun
Delete