Jangan Kau Bertanya
Janganlah kau bertanya seberapa besar cinta ibu kepada anak-anaknya. Itu sama artinya engkau ingin tahu jumlah air di dalam lautan. Belum ada ahli yang mampu menjelaskan.
Hari ini kita semua menyaksikan. Banyak ibu menangis tanpa bisa dijelaskan. Saat melihat anak cucunya berbaris dilayar kecil HP, jauh di rantauan. Karena hari raya tahun ini, pemerintah dan warga memalang jalan.
Bagi ibu hari raya bukan perkara maaf memaafkan. Memaafkan anaknya di hari raya baginya sudah kadaluarsa. Karena tak ada ibu yang menyimpan benci, atas salah dan khilaf si jabang bayi.
Kawan, jangan kita merasa sudah besar di hadapan ibu. Sampai kapanpun kita tetap bayi di hadapannya. Yang harus tunduk dan patuh pada kehendaknya.
Apapun kini pangkat di dadamu, ibumu jauh lebih keramat dari jabatanmu.
Kawan... lihatlah ibu ku dan ibumu. Sudah tahu hari raya tahun ini tersandera situasi. Tapi tradisi menyambut anak cucu tetap beliau lakukan, tanpa dikurangi. Seakan tak percaya anak cucunya benar-benar tak silaturrahmi.
Malam hari raya hampir tak tidur, tetap saja menyibukkan diri. Memasak segala makanan yang anak cucunya senangi. Menata kamar dan apapun. Seakan ia bermimpi anak cucunya datang esok hari.
Selesai sholat 'Id di masjid, ibu bergegas kembali. Jangan-jangan anak cucunya sudah menanti. Seraya ingin menunjukkan segala rupa makanan yang siap tersaji. Walau dirinya sendiri belum sempat menikmati.
Pada akhirnya si ibu mengikhlaskan diri. Bahwa anak cucunya tak mungkin lagi dinanti. Tak lama kemudian vedio call berbunyi. Anak cucunya memanggil-manggil silih berganti.
Ibu tak kuasa berkata apa-apa. Mulutnya terkunci, air matanya berderai. Sudah tentu ayahlah yang mewakili. Bersaut kata dan kalimah selamat idul fitri.
Ibu belum beranjak pergi. Dibelakang ayah yang menanyai seputar kabar kami. Tak ku lepaskan pandanganku pada ibuku. Wajahnya semakin menua tubuhnya semakin renta. Ia tersenyum, dadanya bergemuruh. Lautan di hatinya tumpah. laut cinta dan rindu pada anak cucu. [...]
KangNoer, Puri Jepun, 25 Mei 2020
Maafkan anakmu ibu....
ReplyDeleteDopodo yo le... si mbok yo semono ugo..wong tuo okeh salahe
DeleteIbu...
ReplyDeleteKaulah gambaran surga duniaku...
Apakah aku sudah pantas jadi anak yg berbhakti...
Semogaa....
Sampun yai... Aamiin...
DeleteIbu. Jasamu sungguh besar sekali.
ReplyDeleteSmg balasan besarnya juga bliau terima..
DeleteSubhanallah... Semoga kelak di surga kita dikumpulkan dengan orang2 yanh kita cintai, ibu, ayah, dan semua yang terjalin dalam iman dan islam.. Itulah kebahagiaan yang hakiki, selain kita mendapat ridho ilahi, ditempatkan di sisinya yang mardhiyah.. Maafkan kami wahai ibu dan bapak...
ReplyDeleteAamiin..
DeleteRosone nyesek ya mas..
ReplyDeleteKayanya seluruh ibu semua hari ini merasakan yang sama.
Inggih bund. 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
DeleteSimbok...nyuwun agunging samudro pangaksami ingkang sak agengipun. Mugi penjenengan tansah pinaringan sehat, rahayu nir sambikolO, wonten saklebetipun kanugrahan Gusti Allah SWT. Aamiin
ReplyDeleteAamiin YRA...Sembahnuwun pangestunipun
Delete