Genteng bocor membawa pelajaran


Rabu, 20/05/2020, 18.30 Wib

Lereng gunung semuru


Waktu berbuka tiba,  disusul datangnya hujan dengan derasnya. Suara atap seng di depan rumah memenuhi ruang telinga. 

Mengalahkan semua suara yang ada. Hingga kumandang adzan di masjid dan musholla tak terdengar seperti biasa. 

Curah hujan yang deras membuncah, membuat debit air di atas genting melimpah. Keluar dari saluran (talang) hingga tumpah ke sembarang arah. 

Ember, panci dan toples di kerahkan. Menampung kucuran air yang tak beraturan. 

Ini peristiwa biasa, dan sangat lumprah. Sama sekali bukan suatu masalah. Apalagi menjadikan kita galau dan susah. Jangan !

Genting bocor membawa sebuah pesan peringatan. Mengingatkan kita yang sering lalai dan abai. 

Bahwa selama ini ada mereka yang selalu melindungi. Dari panas dan hujan sepanjang hari. 

Kenyamanan memang harapan semua insan. Mendapatkannya sungguh membahagiakan. 

Genting bocor membawa pelajaran. Bahwa yang terjadi dalam hidup, tak semuanya sesuai keinginan. 

Cukuplah bagi kita berusaha menselaraskan. Antara ingin kita, dan Kehendak Tuhan. 

KangNoer, Jepun, 20 Mei 2020

Comments

  1. ALLAH memang maha Asik... Berfikir saja sudah ibadah, apalagi jika buah pikiran itu sebagai sarana bersyukur... Alhmdulillah....

    ReplyDelete
  2. Tag di gambar lereng gurung semuru atau Semeru ya?

    ReplyDelete
  3. Jiaan bingung aku lek komen. Mau tak komen mantab tulisannya Eee ternyata kok menyedihkan peristiwanya. Akhire dak jadi komen aja.🤭🤭😃

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia