Bayaran Menulis di Blog



Blog literasi adalah ruang kerja pribadi seorang penulis. Di sini ia bekerja mencurahkan waktu dan pikirannya untuk menulis. 

Pekerjaan menulis sama dengan pekerjaan lain. Diperlukan konsentrasi dan energi. Untuk menghasilkan sebuah tulisan, membutuhkan kesendirian dan mungkin  menghentikan sementara waktu aktifitas penting yang lain. 

Begitu tulisan berhasil rampung (finish). Penulis menjadi pribadi  yang sangat dermawan. Mendermakan hasil karyanya kepada teman dan siapapun. Untuk dibaca, dinikmati dan diserap pesan-pesan indahnya. Walaupun orang lain tinggal menikmati, ia sangat ikhlas.

Atas semua energi dan jerih payah menulis tersebut, selayaknya penulis mendapat ganti untung, semacam bayaran. Dan yang saya tahu; berdasarkan pengalaman,  bayarannya adalah hadirnya rasa bahagia. 

Iya, hadirnya rasa bahagia. Perkara ini sangat mendasar bagi siapapun. Semua orang rela melakukan apa saja, bahkan tak jarang rela merogoh biaya mahal untuk mendapatkan rasa bahagia. 

Karena itu, saya membayangkan menjadi seorang penulis sungguh istimewa. Ia mempunyai banyak kesempatan murah dan mudah mendulang kebahagiaan. Cukup dengan menggerakkan sebagian saja (tidak perlu semua) dari jemarinya untuk merangkai kata. Menyimpan di blog, dan membaginya. Dijamin bayaran. Bayarannya langsung menjadi nutrisi di hati, yaitu rasa bahagia. 

Dan konon menurut para ahli rasa bahagia itulah yang paling efektif meningkatkan imunitas. Dengan demikian semakin produktif menulis, semakin sehatlah jiwa dan raganya. 

Menabung pangkal kaya. Nasehat ini se-dari dulu telah merasuk di jiwa kita. Biasanya disandingkan dengan larangan berperilaku boros. Tak ada salahnya para penulis pemula meminjam teori ini. Yaitu menabung tulisan di blog. Pada saatnya ia akan ketiban kaya tulisan. Dan bila telah sampai pada masanya, siap untuk dipanen. Diolah sedemikian rupa, untuk menyongsong lahirnya sebuah buku yang membanggakan dan membahagiakan. [...]


KangNoer, Jepun, 23 Mei 2020

Comments

  1. Sungguh seperti yang saya rasakan... Banyak memberi manfaat...

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, dah akur n sinergi positif

    ReplyDelete
  3. Salam bahagia. Mari terus menebar bahagia.

    ReplyDelete
  4. Lebih bahagia lagi guru pembimbingnya.. Aamiin

    Trimakasi banyak prof..

    ReplyDelete
  5. Aku juga ikut bahagia rasanya...
    Tapi masih sekedar bahagia pasif
    Dan tentunya aku akan membalikkan bahagiaku menjadi bahagia aktif...

    Ben koyo Kang Nierhadi dkk....

    ReplyDelete
  6. Mengabadikan karya dalam tulisan akan bisa kita nikmati setiap saat. Kita bisa lupa tulisan yang akan mengingatkan

    ReplyDelete
  7. Mudah mudahan bisa nulari...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Mimpi Millenial, dan Fenomena Fiki Naki Dayana

Menua, Berguru Pada Usia