Posts

Showing posts from May, 2020

Khusus Dirimu Hari ini Sate Saja

Image
Sate kambing ; gratis Hari ini Ahad, 31 Mei 2020 bertepatan dengan tanggal 08 Syawal 1441 H. Banyak umat muslim khususnya di Daerah Durenan Trenggalek, serta Tulungagung dan sekitarnya, merayakan Rioyo Kupat.   Rioyo kupat  atau hari raya ketupat adalah acara perayaan sebagai bentuk  syukur bagi umat muslim yang telah purna melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.   Puasa ini biasanya dilaksanakan tanggal 2 sampai  7 Syawal.  Walaupun boleh juga dilaksanakan di hari yang lain asalkan masih di bulan yang sama. Adapun ketupat, adalah jenis menu utama yang "wajib" adanya pada acara tersebut.  Karena itu mulai tadi malam, diantara umat muslim Trenggalek dan Tulungagung sudah ramai membincangkan perihal  kupatan  di media sosial. Beberapa kali saya melihatnya pada status WA, dan unggahan di WA Group.  Tak terkecuali, komunitas pegiat literasi. Banyak sekali penulis yang menyumbangkan ilmu lewat tulisannya dengan berupaya...

New Normal, Belajar Dari Burung Elang

Image
Belajar sama-sama 2x.  Berkerja sama-sama 2x  Semua orang itu guru.  Alam raya sekolahku.  Sejahteralah Bangsaku.  Bait di atas adalah sebuah lagu, yang pernah saya dapatkan di suatu diklat mungkin 14 tahun yang lalu. Lagu tersebut mengajarkan pentingnya  ; belajar bersama, bekerjasama, belajar dari siapa saja, alam (lingkungan) adalah sekolah dan sumber ilmu.  Bila empat pesan ini mampu ter-internalisasi dan ter-implementasi  dalam kehidupan kita, maka kita dan lembaga kita akan makin mudah menggapai kesuksesan. Kesuksesan pribadi dan organisasi (lembaga) adalah cikal bakal dan soko guru kejayaan Bangsa. Diantaranya mungkin demikian maksudnya. Sungguh inspiratif, dan boleh di coba.  Pesan yang disampaikan oleh lagu sederhana tersebut menurut saya sungguh penting. Terlebih di masa transisi menuju new normal saat ini.  Kita perlu belajar dari ke- arifan masa lalu. Pun juga belajar ber- adaptasi dengan masa kini dan masa depan....

Tersentuh dan Trenyuh

Image
Bagian dari upaya memutus mata rantai penularan covid-19 adalah penerapan social distanching yang kemudian dipertegas menjadi physical distancing . Yaitu membatasi adanya pertemuan sosial (kelompok orang) dan menjaga  jarak pisik antar individu. Hal ini ramai dikampanyekan oleh pemerintah dan masyarakat mulai bulan Maret 2020, sebagaimana anjuran WHO bagi negara yang telah terkonfirmasi positif civid-19.  Salah satu kegiatan sosial dalam bentuk kerumunan orang paling banyak dan paling lama berlangsung setiap hari adalah lembaga pendidikan (sekolah, pondok pesantren dan kampus). Oleh   karena itu pemerintah mengeluarkan sebuah keputusan ekstrim (belum terjadi sebelumnya) yaitu menutup (sementara) sekolah dan menggantinya dengan belajar di rumah (BDR).   Tentu saja kebijakan ini disambut dengan suka cita oleh anak-anak. Karena bagi mereka belajar di rumah sama artinya dengan libur sekolah. Bebas dari tugas belajar di kelas, merdeka dari menuruti perintah guru, beba...

Temukan Bahagia di Lapak Sayur

Image
lapak sayar langgananku Lebih dari 10 tahun kebiasaan pagi seperti ini ku jalani. Pagi-pagi belanja sayur-mayur di bakul sayur dekat rumah. Sayur untuk di masak, demi memenuhi kebutuhan logistik dan nutrisi keluarga satu hari.  Sepintas mungkin ironi . Seorang laki-laki belanja sayur dan mengurus urusan dapur. Karana perkara ini umumnya perempuan yang berkuasa. Semua terjadi karena ketiga anak kami punya karakter yang sama. Tak mau lepas dari pelukan bundanya di tempat tidur.  Pernah dicoba, bundanya berangkat belanja, selang beberapa menit si kecil menangis se jadi-jadinya. Begitulah awal mulanya, dan sampai detik inipun tetap sama, belum ada tanda-tanda berubah. Tentu ini bukan sebuah masalah, karena setiap anak kecil punya khas (gawan bayi) nya masing-masing.  Berbicara tentang laki-laki dan perempuan memang kodratinya beda. Melahirkan, menyusui, menstruasi tak bisa di gantikan, telah menjadi kodrat perempuan. Tapi peran selain itu, semuanya bisa dibagi dan semua bol...

Bukan dimana anda duduk dan bukan dimana anda berdiri

Image
Ijinkan aku mengagumimu Beberapa hari ini media massa, baik elektronik maupun cetak sedang ramai membicarakan pro kontra suatu unggahan di channal youTube .  Sebuah wawancara singkat seorang host dengan seorang tokoh, di suatu tempat sederhana tapi sarat makna. Terlepas dari pro kontranya, bagi saya tayangan itu cukup mengobati, dan memberi inspirasi.  Mengobati ? Untuk yang satu ini, mungkin ini urusan rumah tangga saya pribadi.  Ketertarikan saya  menonton sampai tuntas tayangan tersebut adalah karena sang tokoh adalah orang yang pernah saya kagumi. Bahkan sampai sekarang.  Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk ikut campur dalam pro kontra yang kini sedang menghangat. Tetapi semata-mata ingin mengungkapkan kerinduan saya pada sosok idola. Rindu ingin melihat beliau bebas kembali berbicara tentang politik kesehatan. Iya politik kesehatan. Semacam relasi kekuasaan dengan kebijakan di bidang kesehatan. Terlebih di saat dunia sedang gamang mencari str...

Menyongsong New Normal (1)

Image
Perang Yang Tak Berkesudahan Tak dapat dipungkuri bahwa, bicara perihal apapun saat ini,  tak bisa lepas dari faktor covid-19. Bukan hanya di suatu wilayah, dan negara tertentu tapi dimanapun seantero bumi ini. Demikian hal nya di Indonesia.  Covid-19 telah memaksa warga dunia untuk membicarakan perihal dirinya. Tidak pernah seharipun, media massa berhenti bicar dan menulis berita tentang covid-19. Pejabat negara, pakar, ahli, bahkan masyarakat umum terus membicarakannya. Baik langsung maupun lewat tulisan. Covid-19 selalu jadi pembahasan. Tak lain karena menyangkut tantangan baru keberlangsungan hidup manusia kini dan selanjutnya.  Akhir-akhir ini istilah  " perang melawan covid-19"  mulai terlihat kurang relevan. Hal ini bisa di fahami karena fakta di lapangan menunjukkan belum ada negara manapun yang menyatakan telah 100% mengalahkan (bebas) dari covid-19. Demikian juga para ahli, kebanyakan mereka berpendapat bahwa covid-19 ini tidak bisa ditiadakan sama sek...

Angpao Jadul Era 80 an

Image
Angpao  Apasih sebenarnya  angpao  itu? Hasil penelusuran saya,  angpao  berasal dari bahasa  pinyin  ;  hong bao  yang artinya amplop merah berisi sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru imlek.  Istilah   angpao  saat ini telah mafhum digunakan masyarakat kita secara umum. Penggunaan istilah ini mungkin mengacu pada esensinya yaitu hadiah lebaran untuk anak-anak.  Seingat saya yang original jawa, pada tahun 80 saat saya masih anak-anak (SD), hadiah hari raya itu di sebut  sangu . Sebenarnya sampai kini istilah  sangu  juga masih biasa digunakan.  Biasanya istilah yang dipakai orang jawa dalam menyebutkan sesuatu mengandung makna dan filosofi. Hal ini rasanya perlu di cari tahu, misalnya di tanyakan pada sesepuh yang masih hidup. Sebelum   sangu  tergusur oleh istilah yang baru. Semoga hal ini tidak terjadi.  Istilah  sangu  sebenarnya sampai saat ini masih s...

Jangan Kau Bertanya

Image
Janganlah kau bertanya seberapa besar cinta ibu kepada anak-anaknya. Itu sama artinya engkau  ingin tahu jumlah air di dalam lautan. Belum ada ahli yang mampu  menjelaskan.  Hari ini kita semua menyaksikan. Banyak ibu menangis tanpa bisa dijelaskan. Saat melihat anak cucunya berbaris dilayar kecil HP, jauh di rantauan. Karena hari raya tahun ini, pemerintah dan warga memalang jalan. Bagi ibu hari raya bukan perkara maaf memaafkan. Memaafkan anaknya di hari raya baginya sudah kadaluarsa. Karena tak ada ibu yang menyimpan benci, atas salah dan khilaf si jabang bayi.  Kawan, jangan kita merasa sudah besar di hadapan ibu. Sampai kapanpun kita tetap bayi di hadapannya. Yang harus tunduk dan patuh pada kehendaknya. Apapun kini pangkat di dadamu, ibumu jauh lebih keramat dari jabatanmu.  Kawan... lihatlah ibu ku dan ibumu. Sudah tahu hari raya tahun ini tersandera situasi. Tapi tradisi menyambut anak cucu tetap beliau lakukan, tanpa dikurangi. Seakan tak percaya anak c...

Rafleksi Kepergian Ramadhan (Nasehat penulis untuk anaknya)

Image
Buku Itu Berjudul Ramadhan 1441 H Tiada waktu yang paling istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW selain Bulan Ramadhan. Keistimewaannya nyata-nyata dijelaskan oleh Penguasa Semesta ini Alloh SWT dalam wahyu Nya (Alqur'an). Dan juga di jelaskan oleh manusia ter-istimewa Nya, baginda Rosul, Muhammad SAW dalam banyak hadits-hadits nya.  Dan pada akhirnya, berita istimewa itu  turun kepada kita umatnya yang sangat awam dan fakir ilmu. Ilmu yang super sedikit, tak cukup untuk membangun iman yang tebal dan kokoh. Akhirnya kita masuk di Bulan Mulia ini tanpa spirit yang kuat untuk memborong kebaikan dan berjuta  pahala yang dijanjikan Alloh SWT. Situasi ini dapat di ilustrasikan seperti orang yang terpilih diberi kesempatan masuk dan bebas memilih barang-barang mewah di  super mall dengan harga super murah tapi  modal yang dibawa  hanya cukup untuk membayar jasa parkir saja. Dia keluar dengan penyesalan yang tiada terkira.  Begitu istimewanya ibadah haji di sis...

Bayaran Menulis di Blog

Image
Blog literasi adalah ruang kerja pribadi seorang penulis. Di sini ia bekerja mencurahkan waktu dan pikirannya untuk menulis.  Pekerjaan menulis sama dengan pekerjaan lain. Diperlukan konsentrasi dan energi. Untuk menghasilkan sebuah tulisan, membutuhkan kesendirian dan mungkin  menghentikan sementara waktu aktifitas penting yang lain.  Begitu tulisan berhasil rampung ( finish ). Penulis menjadi pribadi  yang sangat dermawan. Mendermakan hasil karyanya kepada teman dan siapapun. Untuk dibaca, dinikmati dan diserap pesan-pesan indahnya. Walaupun orang lain tinggal menikmati, ia sangat ikhlas. Atas semua energi dan jerih payah menulis tersebut, selayaknya penulis mendapat ganti untung, semacam bayaran. Dan yang saya tahu; berdasarkan pengalaman,  bayarannya adalah hadirnya rasa bahagia.   Iya, hadirnya rasa bahagia. Perkara ini sangat mendasar bagi siapapun. Semua orang rela melakukan apa saja, bahkan tak jarang rela merogoh biaya mahal untuk mendapatkan rasa ...

Ketika Corona Berfatwa

Image
Kehadiran si covid-19 sungguh istimewa. Makhluk satu ini mempunyai daya dobrak perubahan yang mencengangkan. Tanpa berbicara apa-apa, negara dan warga dunia secara cepat berubah pola hidupnya.  Perubahan ekstrim gaya hidup, warga dunia ini, laksana pemuluk agama menjalankan fatwa guru spiritualnya. Hingga tak berlebihan jika di-ilustrasikan bahwa corona hadir membawa fatwa bagi dunia. Dunia yang baru.  Mari kita cermati fenomena-fenomena berikut ini :  Kehadiran corona mampu mengubah tradisi sekolah. Selama ini belajar identik dengan bangku sekolah. Berseragam, dalam ruang dan waktu yang terjadwal. Dibimbing guru, bersama teman dalam satu kelas. Terikat peraturan terkungkung tembok-tembok pembatas. Mereka pesta bahagia saat tanggal merah dan para guru sedang ber musyawarah.  Kehadiran corona dunia belajar berubah. Menjadikan fungsi rumah kembali ke fitrah. Menagih orang tua sebagai guru pertama. Untuk mendidik putra-putri sendiri menjadi sholih dan sholihah.  Ke...

BELAJAR LITERASI (MENULIS) BERJAMAAH

Image
Sebuah refleksi   Negara besar miskin literasi Masih menjadi pertanyaan yang panjang. Mengapa bangsa indonesia budaya baca dan tulisnya (literasi) sangat rendah dibanding negara-negara lain. Kita pernah membaca temuan UNESCO Tahun 2016 yang menyatakan bahwa hanya satu dari seribu orang Indonesia yang membaca. Tentu saja hal ini menjadi perhatian serius pemerintah. Utamanya yang membidangi urusan pendidikan. Karena dalam konteks ini, ibarat sebuah pohon,  lembaga pendidikan (sekolah/kampus) adalah akarnya.  Bayangkan apa yang terjadi jika akar itu tidak doyan menu utamanya. Maka dipastikan tak suburlah pohonnya. Hingga tidak maksimal hasil buahnya.  Dikalangan siswa, lemahnya budaya literasi  terjadi mulai dari tingkat dasar (SD-SMP). Hal ini akan menjadi masalah yang berantai. Tidak akan ada perubahan yang berarti  saat mereka di bangku SMA.  Dan jika kemudian mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, barulah mereka menyadari, bahwa kegiatan membaca dan ...