Posts

Gelora Syukur Menyambut Ramadhan 1444 H

Image
Giat_PPAI_KanKemenag Tulungagung Rabu pagi (06.30 Wib)  tanggal 15 Maret 2023 ada pemandangan yang berbeda di taman Alon-Alon Kabupaten Tulungagung.  Lebih dari seribu lima ratus siswa Sekolah Dasar (SD), dari perwakilan 40 SD Se Kecamatan Tulungagung berbusana santri memenuhi taman Alon-Alon di pusat kota Tulungagung.  Sontak suasana pagi itu mengundang tanya masyarakat kota. Ada apa gerangan, para siswa penuh ekspresi bahagia memadati jalan perkotaan, dikawal oleh para guru dan aparat keamanan? Rasa penasaran masyarakat seraya terjawab saat membaca berbagai banner dan poster yang dibawa oleh para siswa. "Marhaban Yaa Ramadhan, Ramadhan Bulan Penuh Berkah, Ramadhan Bulan Yang dimuliakan".  Berbagai poster yang dibawa para siswa seakan berbicara, mengingatkan kaum muslimin betapa kita selayaknya berbahagia dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan. Mengajak saudara seiman untuk mengisi Bulan Ramadhan memperbanyak ibadah kepada Alloh SWT. Ke...

Refleksi Hari Pahlawan Nasional

Image
Pahlawan Nasional Moh. Hatta Pahlawan Nasional. Dua kata yang jika dibaca seharusnya menggetarkan jiwa. Mengapa demikian? Tak perlu bersusah payah untuk menjelaskannya. Hanya perlu ketenangan hati seraya berfikir lebih dalam dan lebih dalam lagi tentang sebuah peristiwa di balik sebuah gelar kehormatan "Pahlawan Nasional".  Ada tokoh pahlawannya, tentu ada peristiwa perjuangannya. Peristiwa yang pernah dialami oleh Sang Pahlawan Nasional bukanlah peristiwa yang biasa-biasa saja. Tapi sungguh-sungguh peristiwa yang serius, penting dan genting.  Pahlawan Nasioanal, telah berperang sedari melawan penjajah sampai mempertahankan proklamasi kemerdekan. Mereka telah mewakafkan jiwa dan raganya untuk harkat dan martabat Bangsa Indonesia.  Mereka para pahlawan itu tak pernah tersirat secuilpun di kalbunya bahwa jiwa raganya akan tersia-sia. Hanya ada satu keyakinan bahwa generasinya nanti pasti generasi yang kuat dan hebat. Generasi yang mewarisi jiwa kepahlawanan, yang pantang me...

Kopdar Literasi LP Ma'arif NU Tulungagung Bersama Prof Ngainun Naim.

Image
Daging semua. Demikian yang selalu saya rasakan saat berkesempatan mengikuti mentoring menulis Prof Dr Ngainun Naim.  Hari Sabtu, 05/11/2022 bertempat di Kantor LP Ma'arif NU Tulungagung. Kami (Kamad MI, LP Ma'arif, Pergunu, BTQ) yang selama ini berada di kelas virtual (WA) "Ma'arif Menulis" difasilitasi oleh Pengurus LP  Ma'arif  untuk kopdar bersama Prof Naim.  Memang diam-diam kami sangat rindu suntikan motivasi menulis dari Sang Mentor Prof Ngainun Naim. Kerinduan ini sepertinya ditangkap dengan baik oleh pembina kami Ketua dan Sekretaris LP Ma'arif NU Tulungagung, H Kozin, M.Pd.I dan Dr Ahmad Supriyadi, M.Pd.I Beliau berdua adalah saksi. Bahwa komunitas virtual "Ma'arif Menulis" pernah berjaya di awal pandemi tahun 2020 an yang lalu. Komunitas yang didirikan para kamad MI (Kepala Madrasah Ibtidaiyah) ini, pernah mengalami masa puber menulis yang luar biasa.  Mengawalinya dengan meng-iyakan dawuh Prof Naim, perlunya komitmen menulis minim...

Pak Lurah Yang Filantropi

Image
Usai berkegiatan bersama dari jam 08.00 sampai 12.00 wib, kami bergegas menunaikan sembahyah duhur di masjid dekat kantor. Sepulang dari masjid, sambil berkemas kami merasakan seakan ada yang memanggil-manggil dari dalam perut. Kompak, rupaya ada faktor U yang membuat kami saling pandang untuk menjawab panggilan tersebut. Maklum waktu sudah melangkahi pasal dua belas. Ada kebiasaan yang sudah menjadi pengadatan. Dahar siang . Tak jauh dari tempat kami berkegiatan ini,  ada beberapa warung makan bercita rasa kelas premium. Kami tak ragu menyebutnya begitu karena beberapa kali makan bareng di tempat-tempat itu, hasil akhirnya selalu memuaskan.  Harganyapun cukup bersahabat. Jikapun terkadang ada sedikit gangguan, itu pasti bukan karena rasa makanannya, tetapi karena kehabisan tempat duduk. Rupanya tempat-tempat yang kami ceritakan ini sudah menjadi jujugan para pecinta kuliner.  Siang ini, kami berempat bersepakat menuju warung sebelah timur kantor. Warung ini selain lebih ...

Profesor Ngainun Naim, Yang Dari Dulu Sudah Dipanggil Prof

Image
  Profesor Ngainun Naim, Yang Dari dulu Sudah Dipanggil Prof Banjir Tahniyah Di Awal Tahun 2022. Sebuah nama tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di media sosial WhatsApp. Pada beberapa grup WhatsApp, yang semestinya saat itu bertukar ucapan selamat tahun baru 2022 tiba-tiba dibanjiri tahniah pada seseorang yang namanya termaktub pada lampiran SK pengukuhan Guru Besar. Nama itu adalah Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI. Pada kolom berikutnya tersebut asal Perguruan Tinggi tertulis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Anugerah tertinggi bidang keilmuan yang diterima Prof. Ngainun Naim ini bagi saya dan komunitas pegiat literasi di Tulungagung dan sekitarnya cukup exited. Banyak alasan mengapa rasa senang dan bangga itu begitu menggelora. Di antaranya adalah perasaan kedekatan dan chamistry  antara seorang guru dan murid. Bukan hanya guru/dosen di kampus. Lebih dari itu beliau adalah guru sekaligus mentor yang telah berhasil menebarkan virus literasi di jiwa kami, murid-murid...

Dari Lima Paragraf, Menuju Keajaiban Dunia

Image
  Pak Suprianto, Penulis pemula yang ajaib . Judul di atas terasa utopis. Menyangkut pemahaman umum bahwa keajaiban dunia itu telah selesai. Tersemat pada benda-benda besar hasil karya sejarah peradaban manusia tempo dulu yang spektakuler. Manusia hari ini cukup menyaksikannya dengan kegaguman yang tak terjelaskan. Tentang  bagaimana karya-karya itu dibuat oleh manusia jaman dahulu yang berteknologi entah seperti apa. Karena teknologi canggih diklaim hanya ada di zaman modern.  Yang pasti, semua hal besar tak tepas dari sebuah usaha kerja keras yang terus menurus dan pantang menyerah. Mengalahkan kesantaian dan kemalasan. Menaklukkan ketidak mungkinan menjadi mungkin.  Sebuah keajaiban dapat diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa dan tidak umum. Tentu saja jumlahnya tidak banyak. Mungkin hanya satu sedunia atau beberapa gelintir saja adanya. Ia tidak hanya lahir dari pikiran dan tangan khusus, tetapi juga dari sebuah keajegan ( istiqomah ) yang menetap.  Tete...

Getar Hati di PENTAS PAI

Image
Pagi itu, Kamis 09 September 2021 di SMP Negeri 1 Tulungagung, digelar beberapa lomba Seni dan Ketrampilan Islami tingkat SMP. Perlombaan ini diberi nama PENTAS PAI, sebutan untuk Pekan Seni dan Ketrampilan Islami. Sebuah kompetisi berbasis Pendidikan Agama Islam yang diadakan setiap dua tahun sekali. Mereka yang terbaik di tingkat Kabupaten akan menjadi wakil PENTAS PAI di tingkat provinsi.  PENTAS PAI tahun ini (2021) digelar dengan penuh kehati-hatian karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Karena itu, untuk menghindari kerumunan, babak penyisihan dilakukan dengan sistem daring. Peserta dari berbagai sekolah (SMP) se Kabupaten Tulungagung mengirim penampilan berbentuk vedio,  untuk dinilai oleh dewan juri. Kemudian sepuluh terbaik ditetapkan sebagai finalis, yang dikompetisikan secara langsung dengan protokol kesehatan.  Memasuki gelanggang final, yang meminjam tempat di SMPN 1 Tulungagung, suasananya sungguh terasa hangat. Para official dan pendamping lomba duduk-d...