Mimpi-Mimpi Guru PAI
Guru Pendidikan Agama Islam atau yang sering disebut GPAI memang istimewa. Saat isu pentingnya pendidikan karakter dikumandangkan Guru Pendidikan Agama termasuk GPAI selalu disebut-sebut sebagai ujung tombaknya. Hal ini tak bisa dipungkiri karena tugas dan fungsi Guru Pendidikan Agama memang tak sekedar melakukan transfer pengetahuan. Lebih penting dari itu adalah mendidik sikap dan perilaku peserta didik, hingga menjadi manusia yang "pinter sekaligus bener".
Salah satu contoh betapa spirit Guru PAI itu sungguh mulia, tergambar pada kegiatan yang saya hadiri pada suatu malam di tanggal 25 Pebruari 2023. Saya menyebutnya pagelaran malam itu adalah sebuah "mimpi-mimpi Sang Guru PAI". Mengapa demikian? Karena kegiatan ini diinisiasi sekaligus dimotori oleh seorang ibu bernama Dra. Azizah. Beliau adalah Guru PAI yang diangkat menjadi KS di SDN 3 Kedoyo Kec. Sendang TMT lima bulan yang lalu. KS baru!
Sebuah kegiatan "Pengajian Akbar Memperingi Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW". Poin Istimewa dari kegiatan ini adalah; 1) Merupakan program sekolah SDN 3 Kedoyo Kec Sendang, 2) Dilaksanakan secara apik dan kolaboratif, bersama TK PGRI 2 dan warga RW 02 Dsn. Gading, 3) Digelar di halaman SDN 3 Kedoyo, 4) Pengisi acara dari penampilan siswa-siswi, sangat menghibur dan mendidik, 5) Menghadirkan penceramah kondang dari UINSATU Tulungagung, Dr. KH. Muntahibun Nafis, M.Ag. 6) Mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Masyarakat Desa Kedoyo.
Selaku PPAI, dalam sambutan singkat saya menyampaikan bahwa, Ibu Dra. Azizah selaku KS telah membuktikan amanat pemerintah dengan sangat baik dan patut diapresiasi. Kesuksesan kegiatan malam ini adalah bukti bahwa Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara Sekolah, Pemerintah dan Masyarakat. Jika kesadaran akan kewajiban bersama ini terwujud dan solid, maka kualitas pendidikan pasti mudah tercapai.
Kawan, keceritakan kepadamu bahwa Desa Kedoyo Kecamatan Sendang itu bukan daerah sembarangan. Menuju ke sana perlu mikir-mikir dulu. Lewat jalur yang mana dan memakai kendaraan apa? Desa Kedoyo, berada di lereng Gunung Wilis, sisi selatan Kecamatan Sendang. Badan jalan yang belum selesai di perbaiki, jalan berbatu, aspal yang telah mengelupas tergerus banjir, naik turun dan terdapat sisi tebing yang tinggi. Sungguh menyita adrenalin.
Nyaliku sudah pasti lenyap jika nekat pulang dari kegiatan itu di malam hari. Karena itu, aku mengajak serta Momo, anakku yang kelas 3 SD bersepeda motor menuju Desa Kedoyo. Momo sempat bertanya, "ini mau ke mana Yah?" Ku jawab, "Ke rumah teman di atas gunung, si temanku itu punya buah Durian" Momo tampak semangat. Kusiapkan peralatan menginap dan baju hangat.
Benar saja, malam itu suasana gerimis, kabut putih menyelimuti Desa Kedoyo. Usai acara, Aku dan Momo menginap di rumah Pak Kozin, Guru PAI SDN 3 Kedoyo yang rumahnya tak jauh dari Sekolah. Sepanjang malam Aku dan Momo disergap dingin yang luar biasa, dingin menusuk-nusuk tulang. Rasanya baru tertidur beberapa menit, subuh telah tiba.
Usai shalat subuh, Aku bersama Momo menikmati udara dingin di luar rumah, melihat pak kozin memerah susu dan berfoto di bawah pohon durian. Pohon satu ini pasti selalu kami rindukan. Karena malam itu ia telah membuktikan, sebuah aroma dan rasa yang tiada duanya.
Kawan,...demi memberikan apresiasi kepada GPAI hebat, menginap di puncak gunung pun mesti kita lakukan. Dengan ikhlas lillahi ta'ala semua menjadi nikmat tiada tara [...]
Penulis;
Nurhadi_PPAI_KanKemenag_Kab.Tulungagung
Alhamdulillah, inspiratif
ReplyDeleteLuuar biasa Pak Nur
ReplyDeleteAlhamdulillah luar biasa kereen
ReplyDelete