Koper Suci Mbah Imam Safari
Ada suatu pertanyaan penting yang menyelimuti pikiranku sejak aku masih bocah. Di masa kecilku, aku hidup bersama orangtuaku di rumah mbahku, bersama mbah putri (nenek), dan pamanku (adiknya bapak). Pertanyaan yang ku simpan itu urung kuungkapkan karena sebenarnya aku menunggu mbah putriku atau bapakku dan atau pamanku yang menceritakanya kepadaku tanpa harus kuminta. Ternyata sampai aku dewasa, justru kesempatan bersambung rasa itu makin langka saja. Perjalanan kehidupan membuat kami tak selalu bisa bertemu. Pertanyaan itu tentang mbah kakung (kakek), Imam Safari namanya. Nama itu sering disebut-sebut oleh sesepuh kampungku sebagai pendiri musola pertama di dusunku ini. Secuil informasi itu sangat berharga bagiku yang menyenangi dunia santri. Hanya sedikit cerita tetapi itu cukup membanggakan dan mendorongku mencari tahu kisah-kisah lain tentang kehidupannya. Yang kutahu dari keluarga besarku adalah kakekku telah meninggal semenjak anak bungsunya masih di gendo...