Susah Payah Mencintaimu
Sebuah pertanyaan mengampiriku, dan mungkin juga kita semua. Tentang bagaimana remaja kekinian (milenial) mencintai bangsanya, Indonesia. Pertanyaan ini muncul saat bangsa ini sedang mengulang pesta bahagia tahunan, HUT kemerdekaan yang ke 76. Perayaan tahun kedua yang terjadi di masa pandemi. Para melenial terkesiap, sambil memegang smartphone. Sebuah benda yang selama dua tahun ini tak pernah lepas dari tangan lembutnya. Hampir dua tahun mereka tak lagi duduk-duduk di bangku sekolah, tak berjumpa dengan guru dan teman-teman sekolahnya. Tak terbimbing budipekertinya. Tak bersaing dengan teman-temannya menuntaskan materi-materi pelajaran. Mereka, para milenial itu kini hidup damai dengan guru sekaligus teman barunya. Sebuah benda yang serba tahu selera kaum muda. Aneka permainan yang tak punya kamus waktu buka dan tutup. Kapanpun dan di manapun selalu siap melayani. Mereka seakan tahu, tangan dan mata milenial tak kenal lelah jika bermain game online. Sendirian pun asy...