Balada Si Juned
Entah dari mana Juned berasal. Tempat tinggalnya kinipun, tiada yang tahu. Lebih-lebih statusnya; masih lajang atau sudah duda ataukah ia sedang minggat karena terusir dari keluarganya. Kini ia sering terlihat mondar-mandir di suatu kampung yang tenang dan damai. Berjalan mengendap, menyelinap di antara tempat-tempat yang sepi. Matanya tak lurus memandang ke depan. Mengintai dengan teliti suasana kanan dan kiri. Di kampung ini ia sadar sebagai pendatang. Tatapan penduduk asli yang penuh curiga pun telah ia rasakan. Karena itu Juned mesti pandai-pandai memilih kesempatan. Kapan ia harus berjalan dan kapan ia harus berlari. Berpapasan dengan penduduk asli, dan di tanya anda siapa dan mau ke mana? bisa menjadi awal dari sebuah bencana. Juned pasti akan berbohong, menyembunyikan jati dirinya. Dengan berlari, luputlah dari selidik penduduk asli, pikirnya. Lama-lama Juned makin berani. Ia lebih sering datang ke kampung ini. Bahkan tak canggung lagi berjalan melewati k...