Begitulah Kampung Kelahiranku Kawan
Hanya penyesalan dan permohonan maaf yang bisa ku katakan. Saat seorang teman (sahabati-Etik) yang mewakili teman-teman lainnya menghubungiku. Untuk membersamai mereka pergi ke kampung halamanku, Munjungan. Aku sempat dilema memutuskan. Antara menolak atau meng-iyakan ajakannya. Karena secara "kepantasan", sepantasnya aku bersama mereka dalam agenda itu. Hajad berbelasungkawa ke rumah teman -kami- yang kebetulan satu kampang halaman dengan tanah kelahiranku. Kang Haji Nurul Amin dan Kang Ubaidillah. Semoga Arwah Ibunda diterima dengan Ridho-Nya di Surga-Nya Alloh SWT. Aamiin. Beribu maaf kusampaikan. Aku tidak bisa bergabung. Karena sore itu ada suatu janji dan malamnya ada rapat cheking terakhir. Menyiapkan acara santunan yatim dan dhu'afa esok paginya. Terbersit perasaan tak tega membiarkan mereka memasuki kampung halamanku, sedang mereka masih awam daerah Munjungan. Waktu sudah terlalu sore, kendaraan apa yang mereka gunakan?, drivernya bagaimana?. Itula...