Posts

Showing posts from July, 2020

Refleksi ; Darurat Pendidikan Indonesia.

Image
Jika Mulutmu Diam, Setidaknya  Penamu Yang Bicara Berangkat dari sebuah keyakinan bahwa pondasi terpenting sebuah negara terletak pada pendidikan generasi mudanya. Maka saya ingin membebaskan diri untuk menuliskan pikiran-pikiran saya terkait hal ikhwal pendidikan di negeri tercinta ini. Saking begitu banyaknya yang ingin saya tulis, bisa jadi tulisan ini nantinya menjadi sebuah tulisan hidup yang berjalan dan tak kan pernah berhenti sepanjang hidup penulis dan mungkin sepanjang sejarah perjalanan bangsa ini mengurus pendidikan generasi bangsanya.  Tak punya modal pengalaman apapun untuk bicara perihal pendidikan. Tidak tahu dari mana mulanya, ada sesuatu yang selalu hadir, berkecamuk di dalam pikiran. Tiba-tiba muncul dan tiba-tiba tenggelam. Karena itu tulisan ini tak lebih dari diskusi dengan diri sendiri, yang sangat mungkin isinya adalah sampah bagi orang lain, tak punya arti sama sekali.    Misalnya ; terkadang ada perasaan trenyuh, marah dan malu mendengar dan...

Guru Profesional ; Terus Belajar Untuk Sukses Mengajar

Image
ilustrasi google.com Hari Senin tanggal 13 Juli 2020,  tahun pelajaran baru 2020/2021 telah resmi dimulai.  Hari perdana masuk sekolah yang tidak seperti biasanya. Semangat baru dan seragam baru bagi murid baru tidak tampak seperti tahun pelajaran sebelumnya.  Tahun ini tidak ada suasana berseragam baru, diantar orang tua, kemudian diserah terimakan kepada sekolah. Para pelajar memulai lembaran pertama sekolahnya dari rumah. Hari bersekolah telah dimulai, tapi tak "terasa", karena tidak ada gerakan berangkat ke sekolah.  Seragam baru tetap terlipat rapi dalam bungkusan plastik, tas sekolah tetap tak bergeser dari tempatnya, karena tuannya masih melanjutkan tidur pagi nya seperti saat hari-hari libur kemarin.  Kehati-hatian dari kemungkinan terpapar wabah covid 19 lebih diutamakan. Sampai pihak yang berwenang menyatakan zona telah hijau. Barulah dua bulan kemudian sekolah dibuka dengan protokol yang baru. Sekolah/madrasah di hari pertama, banyak yang memanfaatkan...

Kutilang "Keramat ?"

Image
Kegiatan berjalan empat puluh menit. Sekitar pukul 06.45, tiba-tiba burung kutilang terbang melintas di atas satir , papan pemisah antara jamaah putra dan putri. Mendarat tepat di sisi kiri Gus Anang yang sedang memberikan kuliah subuh, mengkaji kitab Nashoihuddiniyah juz empat tentang kemuliaan jalan amar ma'ruf nahi munkar. Hanya berjarak kurang dari satu meter dari Gus Anang duduk. "Lo..burung kok ,.. gumam para jama'ah, yang kemudian direspon Gus Anang "Alhamdulillah,... burung nya juga ingin ikut ngaos ". Seraya beliau melanjutkan mengaji dan berusaha tak terpengaruh kedatangan santri baru , si burung kutilang.  Semua jamaah kuliah subuh Masjid Syariful Muttaqin Boyolangu pagi ini (Ahad,19/07/2020) sontak terpana keheranan dengan kehadiran se-ekor burung kutilang yang tiba-tiba ramah dengan Sang Kyai. Tak sedikitpun burung itu menampakkan sikap ragu untuk melangkahkan kakinya mendekati Gus Anang. Berjalan semakin mendekat, seperti sedang bertemu dengan teman...

Spiritualitas Libur Bagi Anak

Image
Foto : Faiz dan adiknya Nayla Akhir-akhir ini kita sering menjumpai orang tua yang mengeluhkan susahnya mendisiplinkan ibadah anak-anak nya. Kebanyakan orang tua  mengkonfirmasi bahwa HP ( smartphone ) telah menjadi segalanya bagi anak-anak. Entitas yang awalnya sebagai alat komunikasi ini, kini makin canggih, makin lengkap dan telah menguasai kehidupan anak-anak. Lebih-lebih saat libur atau tidak sedang di sekolah seperti saat ini ( physical distancing ). Kecemburuan orang tua karena anak lebih dekat dengan smartphone  nya  telah menjadi wabah baru. Apa yang menjadi kesenangan anak (permainan), tersaji sangat mudah dan melimpah ragamnya. Mereka sangat betah berlama-lama bercengkerama menikmati aneka permainan. Orang tua pun telah paham, dampak buruk fisik (mata) dan psikisnya. Tapi apalah daya. Mungkin telah menjadi zamannya. Zaman dimana anak-anak tidak lagi menyenangi permainan gobaksodor, engklek, lompat tali, petak umpet, egrang, kelereng, dan  layang-layang. Ke...

Tapi Nomornya Cantik

Image
Ilustrasi vivo Sebuah pelajaran berharga disuguhkan padaku pagi ini, Rabu 8 Juli 2020. Saat berangkat ke tempat kerja. Di perempatan jalan ber- trafigh light , dengan pengecualian belok kiri jalan terus.  Sebuah bak sampah hitam terguling, hingga memakan kurang lebih setengah meter badan jalan. Pada saat yang sama, seorang ibu setengah baya bersama pengendara lainnya berhenti karena lampu merah sedang menyala, menunggu hadirnya warna hijau yang kurang beberapa detik lagi.  Ibu setengah baya berbaju putih tersebut, tanpa merasa bersalah memijakkan setengah dari telapak kaki melampaui garis marka sebelah kirinya. Setengah telapak kaki saja, tak lebih.  Tepat di depan saya ada sebuah mobil bernomor cantik, melaju pelan di sisi jalan sebelah kiri. Tujuannya sama denganku, akan belok ke arah kiri hingga tak perlu berhenti. Karena kebiasaan di perempatan ini belok kiri jalan terus.  Tergulingnya bak sampah ke sebelah kanan membuat lebar badan jalan sedikit berkurang, mungk...

Guru Proaktif

Image
Ilustrasi, google.com Dua hari yang lalu seorang teman mengirimkan sebuah pesan WA. Kalimat pertama bernada kegelisahan. Sedangkan kalimat berikutnya memberitahukan bahwa ia bersama tujuh teman seprofesinya membentuk sebuah perkumpulan kecil bernama Gugus Guru Pendidikan Agama Islam (G-GPAI). Gugus ini sebenarnya telah ada sejak lama, tetapi adanya sama dengan tiada ( wujuduhu ka'adamihi ).  Namanya ada, tetapi hanya sekedar nama, sunyi dari aktifitas sebagaimana mestinya.  Sejatinya perkumpulan ini dibentuk sebagai ruang kecil di dalam rumah besar bernama Kelompok Kerja Guru PAI (KKG PAI). Sebuah organisasi profesi para guru PAI tingkat Sekolah Dasar (SD). Organisasi ini secara resmi keberadaannya ada di dalam undang-undang.  Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 menyebutkan bahwa "Upaya peningkatan profesionalisme guru antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya. Kegiatan tersebut sangat dim...

"Sarapan" Jangan Talbis !

Image
Pagi ini Kamis 02 Juli 2020, mengawali aktifitas pagi dengan diperjalankan oleh Alloh untuk sarapan di tempat kuliah. Tempat kuliah satu ini bukanlah kampus, sebagaimana tempat mahasiswa berguru pada dosen.  Entah muasalnya dari mana, kegiatan pagi buta ini disebut "kuliah subuh". Penelusuran saya dari glosarium.org, menurut KBBI kuliah subuh adalah ceramah agama yang diberikan sehabis sholat subuh. Kali ini (sejak dua tahun lalu) saya mengikutinya di  PP Al-Fattahiyah Miren Boyolangu, yang diasuh oleh Kyai Agus Moh. Anang Muhsin (Gus Anang). Kegiatan di pondok pesantren ini telah berjalan beberapa tahun, setiap kamis dan jum'at pagi.  Pagi ini adalah kuliah subuh yang ke lima, setelah pondok turut diliburkan karena pandemi covid 19, sejak akhir Maret 2020 yang lalu. Tanggal 17 Juni para santri pondok masuk kembali dengan penerapan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.  --------------------- Pada kuliah subuh pagi ini (02/07/2020) saya ingin menyebutnya ...