Ketika Angin Bersembunyi
Suatu ketika, di hari Rabu 14 Pebruari 2024. Jiwaku ada di sini. Menyepi, menjernihkan hati. Tak seperti semua hari yang pernah kulalui. Hari ini begitu sunyi. Tak ada daun yang ramai menari. Tak ada rumput yang bergoyang. Tak ada semilir angin yang datang. Ku dengar di luar sana sedang ada pesta. Mereka bergembira ria, atas kemenangan pertarungan segi tiga. Dari dua penjuru ku dengar tangisan pilu. Tangis getir, kehilangan tempat mengadu. Tempat-tempat para pembela itu tiba-tiba pintunya tak dibuka. Karena mereka ikut larut dalam pesta pora. Ku dengar berita dari pintu jendela. Kabarnya hari ini ada lomba. Tapi hakim lombanya menghilang entah ke mana. Ternyata mereka ikut larut dalam pesta. Hari ini ada yang berbeda. Angin tak terlihat batang hidungnya. Mereka bermandi keringat menunggu Sang penyejuk jiwa raga, yang bersembunyi entah dimana. Awan tak bergerak, laut tak mengombak. Se isi alam malas beranjak. Bersiul-siul memanggil an...