Posts

Showing posts from March, 2021

(1) Tugas webinar PBL, Belum ada judul (bersambung)

Image
  Di sebagian "derita" bocah ringkih yang sehari-hari merumput, tak jarang kebahagiaan kecilpun datang menyapa. Tepatnya kebahagiaan semu. Seusai kerangjang wadah rumput penuh, kami berlima istirahat sejenak sekedar menghela nafas dan menghibur diri. Mengais-ngais  kebahagiaan. Memandangi dua keranjang yang telah penuh rumput kehijauan adalah kebahagiaan tersendiri. Ternakku pasti akan menikmatinya nanti. Demikian itu berlangsung setiap hari, selama berahun-tahun. Tiada libur-liburnya kecuali merumput seharian penuh untuk cadangan esok hari.   Keranjang-keranjang penuh rumput itu kami bariskan di tepian jalan setapak di atas bukit yang kami sebut lunguran. Lunguran adalah puncak gunung yang menjadi titik pisah sisi kanan dan sisi kiri sebuah gunung Di sini, jika menghadap ke timur sisi kanannya (selatan) adalah laut jawa yang tak terjangkau mata memandang saking luasnya, dan sisi kirinya (utara) adalah persawahan luas. Tampak jauh di ujung utara sana seperti pulau...

Negeri Yang Ramai

Image
Ramai sekali negeri ini. Tapi bukan canda apalagi tawa. Jerit anak mengejar ibunya yang berlari diburu tanah dan batu. Sejak tadi langit gelap munumpahkan hujan. Mengajak serta tebing-tebing kokoh di atas pemukiman. Ketenangan mereka punah. Kehangatan perapian mereka sirna. Banjir merendam. Longsor menimbun tanpa ampun.  Ramai sekali negeri ini. Tapi bukan canda apalagi cengkerama. Jalanan disesaki kendaraan, saling berkejaran. Memburu apa, ku tak tahu. Mengirim apa, ku tak mengerti. Antar mereka tak saling peduli. Hanya berfikir urusan sendiri. Menyalip kanan dan kiri. Yang kuat ia cepat. Yang lemah, lambat bersusah payah.  Ramai sekali negeri ini. Berdagang jasa, menumpahkan tenaga. Memukulkan palu, menggergaji, menumbuk besi. Mencedoki pasir dan memecah batu.  Memutar bor menggali sumur. Menggelandang gerobak, menyapu jalan-jalan kota. Membuka pagar dan toko-toko para juragan. Menunggui dan melayaninya sepanjang hari.  Ramai sekali negeri ini. Muda-mudinya sibuk m...

Katakan saja, "siap dan bisa"

Image
Jangan ragu untuk mengatakan "siap dan atau bisa"  jika kita dimintai pertolongan oleh orang lain.  Lebih-lebih yang berhubungan dengan permintaan bantuan tentang, "bagaimana caranya, ... ?" Mengapa demikian percaya diri sehingga kita berani menjawab, "siap atau bisa". Tak lain karena sembarang hal yang dipertanyakan oleh siapapun tentanh apapun saat ini, semua telah tersedia jawabannya.  Saya maklum mungkin anda tak lihai memasak. Bahkan membedakan merica dan ketumbar pun tak lulus. Atau mungkin tak suka berurusan dengan dapur. Tapi saat ini, itu semua bukanlah alasan untuk berkata, "maaf saya tidak tahu" saat teman meminta saran bagaimana caranya membuat masakan rendang, rawon ataupun pizza.  Jangan. Sekali lagi jangan anda menjawab, "tidak tahu" ketika seorang teman bertanya, di mana ya bisa membeli dan berapa harga  helm sepeda, jersey, crank, pedal dan teman-temannya. Jawab saja, "saya tahu semua itu." bahkan benda yang l...