Posts

Showing posts from December, 2020

Melukis Mimpi di Halaman 2021

Image
  Tepat pukul 24.00 tanggal 31 Desember kalender tahun 2020 ditutup. Lembaran  baru berjudul tahun 2021 pun telah tiba untuk membersamai kita setahun lamanya. Ia punya tanggal, pekan dan bulan. Ia menyediakan diri bagi siapapun untuk melukis impiannya di halaman 2021. Lukisan itu di serahkan sepenuhnya pada sang pelukis, mau dibuat seindah dan secerah apa. Pergantian tahun kali ini berlangsung cukup hening, tak ada hingar-bingar dan euforia . Berbagai instruksi baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan bernada sama.  Tak memperkenankan adanya kegiatan keramaian dan perkumpulan. Tempat-tempat yang biasanya di malam pergantian tahun penuh orang, malam tadi di jaga polisi, untuk menegakkan peraturan jam malam. Tak ada hujan kembang api, adanya hanya gerimis letusan mercon di sana sini secara sporadis, terdengar fals. Kegiatan bakar-bakar makanan dilaksanakan di gang-gang rumah bersama tetangga dekat saja.  Perayaan pergantian tahun di tahun ini, lebih banyak...

Tradisi Pulkam Tersandra Corona

Image
Akhir tahun 2020, hampir semua wilayah menunjukkan grafik konfirmasi positif Covid-19 meningkat tajam. Demikian pemberitaan media dan gugus tugas yang kita baca sehari-hari. Pengetatan dan social distancing kembali diberlakukan. Banyak daerah yang mensecreening pendatang luar kota yang masuk ke wilayahnya.   Sebagaimana biasa, masyarakat kita umumnya menikmati liburan nataru dengan pulang kampung. Lebih-lebih hari raya idhul fitri pada bulan Mei 2020 yang lalu juga tak diijinkan mudik. Nyaris tradisi pulang kampung (mudik) tak dapat dilaksanakan semassif biasanya.  Di era ini, kebutuhan komunikasi dengan keluarga di kampung halaman memang tak banyak kendala. Media online telah menyiapkan segala perangkatnya. Tapi apakah silaturrahmi cukup dengan sambungan jarak jauh? Jika hanya soal berbagi kabar mungkin dengan smartphone sudah teratasi. Tapi sambung rasa, sambang sanak saudara dan tetangga di kampung halaman tak mampu dilakukan hanya dengan tatap maya. Perlu jiwa dan r...

Mundur Yang Terpuji

Image
Pukul 10.00 lewat 24 detik tiket antrian untuk menghadap Customer Service (CS) sebuah bank itu tercetak. Informasi lain menyebutkan nomor antrianku adalah B073 CS, jumlah antrian 46. Menjelaskan bahwa setelah 46 nomor dipanggil, maka sejurus kemudian nomorku baru mendapatkan giliran panggilan.  Setelah mendapatkan tiket antrian, puluhan orang termasuk diriku duduk di depan pintu masuk bank, di bawah sebuah tenda berukuran lebih kurang 3x6 meter. Dari atas memang bisa dikata telah teduh dari sinar matahari, tapi dari samping kiri dan belakang, terik matahari siang memantul dari halaman paving block , panas dan ungkep . Berulang kali ku sentuhi pipi dan telinga kananku, terasa hangat. Keringat terasa membasahi kulit yang tertutup jasket .  Jarak antar kursi antrian kurang lebih satu meter menandakan penerapan new normal  social distancing.  Dan tentu saja hanya mereka yang beruntung yang bisa duduk di kursi terbatas tersebut. Beberapa orang berdiri sambil bersedekap...
  Berkumpul, menurut KBBI Aktifitas satu ini, saat ini menjadi diskursus  yang laris dibicarakan. Sayangnya pembicaraan perihal aktifitas "berkumpul" dihubungkan dengan dampak yang buruk. Apalagi kalo bukan penularan wabah Covid-19. 

Ke Manakah Semangat Itu?

Image
  Selalu berupaya mencari tahu hal ikhwal yang sedang dicintainya. Begitulah di antara pertanda orang yang sedang jatuh cinta. Saat perjaka sedang jatuh cinta pada seorang gadis atau sebaliknya, pasti ia akan mencari tahu berbagai hal tentang si dia yang telah membuatnya jatuh hati.   Dalam kehidupan ini perkara jatuh cinta atau jatuh hati, ternyata tak hanya soal asmara semata. Jatuh hati mempunyai wilayah yang sangat luas. Seluas urusan kehidupan yang digeluti oleh manusia di alam raya ini.  Orang yang jatuh cinta pada bidang politik, maka seluruh hidupnya dicurahkan untuk berfikir dan berjuang memenangkan jabatan politik. Mereka berupaya memperdalam ilmu politiknya, berfikir soal intrik, serta membangun relasi yang mendukung perjuangan politiknya.  Orang yang jatuh hati pada bidang sosial, maka mereka akan menghabiskan sebagian  besar waktunya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Mereka akan berada di garda terdepan saat suatu masyarakat menunggu bantuan sosi...

Bahasa Dan Kohesi Sosial

Image
  Akhir-akhir ini sering kita mendengar ungkapan, "Anak jaman sekarang tidak punya tata krama." Ada dua hal yang terjelaskan dalam ungkapan tersebut. Pertama , "anak jaman sekarang," rupanya subyek (pembicara) sedang berusaha membandingkan sikap anak jaman dulu dan gaya anak jaman kini. Kedua," tidak punya tata krama," rupanya pembicara sedang menilai bahwa anak yang sedang dilihatnya sebagai anak yang tidak punya adab dan kesopanan.  Peristiwa yang melatari munculnya ungkapan di atas antara lain, saat seorang anak berjalan melewati orang yang lebih tua sedang duduk. Anak tersebut lewat begitu saja tanpa berucap (bahasa) apapun dan tanpa melakukan gerakan apapun.  Dalam kultur jawa, telah menjadi tradisi bahwa jika seseorang melewati suatu majlis dan atau melewati orang yang lebih tua sedang duduk maka lakukan sikap " ngapurancang , sambil berucap nuwunsewu atau amit. " Ngapurancang adalah meletakkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri, semb...

Tiara

Image
  Duhai ..., Tiara, begitulah sejatinya malam. Hitam, gelap dan dingin.  Baiknya kau tak mengutuk kedatangannya. Seribu kali kau mengutukinya, ia kan tetap datang.  Menghampirimu, membersamai dalam separo hidupmu.  Lebih baik kau nyalakan lilin. Untuk memperindah gelap dan hitam yang menyelimutimu.  Mereka tak perlu melihatmu. Biar sinar lilin itu yang bicara, menarik hati mereka.  Tiara ..., gelap dan terang itu bukan untuk dipilih. Keduanya dihadirkan dalam latar kehidupan. Supaya kedua kakimu seiring melangkah. Supaya kedua tanganmu saling meraih. Tiara ..., terus melaju dan raihlah. Bukankah dalam gelapnya malam, lilin itu menjadi indah. 

Ku Nasehatkan Kepadaku Tentang Hari Minggu

Image
Hari minggu atau ahad bagi sebagian orang bermakna istirahat, dan sebagian lain bermakna bersenang-senang. Setelah hari-hari sebelumnya "bukan miliknya," tapi milik aktifitas. Karena suatu profesi tertentu yang mewajibkan ia mengerjakannya. Orang jenis ini biasanya menunggu hadirnya hari minggu. Untuk menikmatinya dengan aktifitasnya sendiri, yang ia sukai tanpa ada yang mengintervensi.  Tempat-tempat bersantai pun dipenuhi orang-orang yang sedang memanjakan diri. Berbagai hobi dilakukan beramai-ramai. Yang hobi bersepeda, melepas rindu akan hobinya itu. Bersama keluarga mengayuh sepedanya ke sembarang tujuan, menikmati pemandangan melepas kejenuhan. Ada yang bersama teman sebaya, memecah tantangan ke tempat-tempat yang menantang. Tertawa bersama mengukir cerita demi cerita. Melupakan kepenatan hari kemarin, dan kepadatan agenda hari esok. Berpuas hati saat keringat membasahi sekujur tubuh. Mensugesti diri mendapat hadiah sehat, dari menggerakkan otot-otot dan sendi-sendi.  S...